Zabaleta Minta Maaf West Ham Dipermalukan Tim League One

Zabaleta Minta Maaf West Ham Dipermalukan Tim League One

Gilabola.com – Pablo Zabaleta meminta maaf kepada para penggemar West Ham United usai dipermalukan kalah 4-0 oleh tim League One, Oxford United di Piala Liga.

Kemenangan 2-0 atas Manchester United pada hari Minggu (22/9) mengangkat West Ham ke posisi kelima di klasemen Premier League tetapi mereka kalah oleh tim peringkat ke-12 di klasemen League One.

The Hammers di laga hari hari Kamis (26/9) itu hanya melepaskan tiga tembakan tepat sasaran dan kebobolan empat gol setelah laga berjalan selama 55 menit berkat gol dari Elliott Moore, Matty Taylor, Tariqe Fosu dan Shandon Baptiste di Stadion Kassam.

“Saya meminta maaf pada para penggemar klub yang datang ke pertandingan ini karena jelas kami tidak ingin para fans melihat performa kami seperti ini,” kata Zabaleta, yang menjadi kapten saat melawan Oxford, kepada situs resmi The Hammers.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Jika Anda melihat penampilan malam ini, itu tidak mendekati standar kami dan juga dalam cara kami kalah itu tidak bagus. Itu adalah hanya malam yang buruk.”

West Ham United memuji penampilan Oxford

The Hammers bergabung dengan rival satu kota mereka Tottenham Hotspur, yang dikalahkan oleh Colchester United lewat adu penalti pada hari Rabu, Bournemouth dan Sheffield United sebagai tim Premier League yang dikalahkan oleh tim dari divisi lebih rendah dari mereka dalam kompetisi.

Manajer The Hammers Manuel Pellegrini memuji penampilan Oxford saat rekor tak terkalahkan timnya dalam enam pertandingan berakhir dengan tiba-tiba.

“Jika Anda memberi mereka (Oxford) waktu dan ruang, mereka semua akan bermain bagus. Mereka mencetak empat gol, mereka juga memiliki peluang lainnya dan saya pikir kami hanya menciptakan satu peluang di sepuluh menit pertama pertandingan dan satu di menit-menit terakhir,” kata Pellegrini.

“Kami terlalu sering membuat umpan-umpan salah dari awal dan itu semua adalah tanggung jawab saya, pertama karena saya yang memilih pemain dan tentu saja yang kedua karena tim yang tidak mau bersaing.”