Zenit Bantah, Tapi Tetap Berpeluang Segera Jual Eks Barcelona Ini

Zenit Bantah Eks Barcelona Ini Jadi Korban Rasial Suporternya

Gilabola.com – Zenit St Petersburg membantah sejumlah laporan yang menyebutkan mantan penyerang Barcelona, Malcom, jadi sasaran aksi rasial sebagian suporternya.

Usai datang dari Barca pada pekan lalu, Malcom langsung tampil dalam satu pertandinagn yang dilakoni klub Rusia tersebut. Namun sebuah spanduk dengan pesan yang diberitakan telah menampilkan pesan rasis terbentang di Gazprom Arena. Beberapa media kemudian mengklaim, pemain asal Brasil itu bisa langsung ditendang dari klub barunya itu sebagai akibat protes yang dilancarkan fans, di antaranya melalui spanduk tersebut.

Namun, klub Rusia itu mengeluarkan pernyataan pada awal pekan ini, dan bersikeras tidak ada hal-hal yang bersifat rasial terkait perlakuan para suporternya terhadap Malcom. “Klub membaca berbagai laporan media massa tentang insiden yang kemungkinan terjadi dalam pertandingan Liga Rusia melawan Krasnodar baru-baru ini, dan ingin mengklarifikasi situasi tersebut,” demikian ungkap Zenit dalam pernyataan resminya, yang dilansir Tribal Football.

“Klub menyadari spanduk itu dibentangkan oleh segelintir orang dan bertuliskan ‘terima kasih kepada para pemimpin yang tetap memegang tradisi’, dan makna pernyataan ini telah salah diartikan di berbagai media,” lanjut pernyataan tersebut.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Berdasarkan kesalahan penyajian ini, kesimpulan yang salah juga telah ditarik dan tidak memiliki dasar dalam kenyataannya. Klub ini memiliki tradisi lama dalam mengundang para pemain terbaik dari seluruh dunia ke klub, terlepas dari latar belakang, etnis, atau kebangsaan mereka,” demikian penegasan Zenit St Petersburg.

“Klub telah lama mendukung dan memicu inisiatif anti-rasisme, inklusivitas dan kesetaraan, serta akan terus melakukannya sekarang dan di masa depan,” tambah pernyataan tersebut.

Terkait ramainya pemberitaan mengenai penolakan fans pada Malcom, klub itupun menyampaikan penyesalan mendalam mereka karena banyak media massa di luar negeri dan badan yang lainnya, termasuk klub sepakbola, yang telah salah dalam melaporkan masalah ini. Klub itu berharap, ada koreksi dan mengecek ulang kebenaran dan fakta yang terjadi di lapangan, sebelum membuat pernyataan menghina atau berbagai tuduhan tak mendasar, seperti yang dialami pemain barunya tersebut.

“Klub akan dengan senang hati mengundang mereka yang mengomentari situasi ini, untuk hadir dalam salah satu pertandingan kandang kami, dan melihat keramahan yang pernah kami tunjukkan selama Piala Dunia 2018, baik di kompetisi maupun acara internasional lainnya,” demikian pernyataan resmi Klub Liga Rusia tersebut.

Bantah Tapi Tetap Berpeluang Menjualnya, Januari

Namun, klub itu sedang mempertimbangkan untuk melepas Malcom pada Januari mendatang, meski baru saja mengontraknya dari Barcelona.

Mengenai tulisan dalam spanduk tersebut, menurut Diario AS, suporter bentangkan spanduk yang diduga merujuk tradisi klub untuk tidak merekrut pemain kulit hitam. Sebagian kelompok suporter itu sebelumnya juga telah menerbitkan sebuah manifesto, di mana mereka meminta klub untuk tidak datangkan pemain kulit hitam manapun. “Bagi kami tidak adanya pemain kulit hitam hanyalah sebuah tradisi, kami bukan rasis,” demikian ungkap para suporter tersebut dalam manifestonya.

“Zenit bisa menjual ke Malcolm pada Januari karena masalah dengan rasisme. Fans belum menerimanya,” demikian ungkap Diario AS, mengutip laporan Ria Novosti.

Sebelumnya, Axel Witsel dan Hulk juga mendapat reaksi serupa dari sebagian suporter radikal ini.