Zidane Tak Mau Ungkap Pembicaraan dengan Anak Asuhnya

Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane meminta para pemainnya untuk bekerja lebih keras lagi.
Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane meminta para pemainnya untuk bekerja lebih keras lagi.

Zinedine Zidane yakin Real Madrid tidak berada dalam krisis seperti yang disangka banyak orang, dan menolak mengungkapkan isi pembicaraan yang dilakukannya sebelum sesi latihan Selasa (9/1) kemarin.

Juara bertahan Liga Spanyol dan Liga Champions itu kembali meraih hasil yang kurang memuaskan usai ditahan imbang 2-2 oleh Celta Vigo, Senin (08/01) dini hari kemarin.

Dengan hasil tersebut kini Los Blancos tetap terpaku di peringkat keempat klasemen La Liga, terpaut lima poin dari Valencia di posisi ketiga dan 16 poin dari FC Barcelona yang menjadi pemuncak klasemen.

Bulan depan El Real akan bersua Paris Saint-Germain di babak 16 besar Liga Champions, tapi sebelumnya akan menjamu Villarreal dalam laga La Liga di Santiago Bernabeu, Sabtu (13/01) malam nanti.

Advertisement
advertisement
advertisement
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Sesi latihan Selasa (9/01) sempat tertunda karena adanya pembicaraan antara para pemain dengan staf kepelatihan, akan tetapi Zinedine Zidane tidak mau membocorkan apa yang diperbincangkan.

Yang pasti pelatih berkebangsaan Perancis itu bertekad untuk terus berusaha membawa Real Madrid ke performa terbaiknya di musim ini.

“Saya tidak akan memberi tahu apa yang kami telah bicarakan. Diskusi seperti ini biasa terjadi di tim,” ujarnya. “Anda bisa menganalisa semau Anda, apakah ini momen krisis atau tidak, tapi kami sedang mencari solusi.”

“Saya tidak akan mengatakan apa-apa saja detailnya. Ketika situasinya seperti yang kami lalui, ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginan, ini masalah kerja keras. Saya selalu percaya dengan itu.”

“Yang harus kami lakukan adalah bekerja lebih keras, di segala aspek. Ini bukan masalah fisik atau apa yang ada di dalam kepala (mental). Ini keduanya.”

“Yang Anda beritahukan ke saya adalah apa yang banyak orang pikirkan bahwa ada beberapa pemain yang bermain buruk dan saya harus mencoret mereka. Padahal sebaliknya.”

“Ketika seorang pemain bermain jelek, saya akan membantu dia. Saya lebih tertarik dengan persatuan. Saya bukan seseorang yang ketika segala sesuatunya berjalan salah, akan memberikan satu atau dua alasan pembenaran. Kami semua berada di perahu yang sama.”

“Ini salah semua orang, (tapi) saya yang pertama. Kami melakoni dua musim yang luar biasa, terima kasih karena berucap demikian. Sangat penting bagi publik untuk tidak melupakan itu.”

“Beberapa orang berkata bahwa segalanya telah berjalan buruk. Tidak. Di pertandingan kontra Celta, saya fokus kepada hal-hal positif.”

“Apakah segala sesuatunya kian rumit dengan hasil imbang itu? Iya. Permainan di babak kedua tidak bagus, tapi kami tidak akan mempermasalahkannya. Kami akan beranggapan bahwa dengan kerja keras, maka hasil baik akan bisa diraih.”

Ketika FC Barcelona mendatangkan Philippe Coutinho dengan banderol fantastis Rp 2,6 triliun, ternyata Zinedine Zidane tidak tertarik mengikuti jejak klub rival.

“Saya tidak membutuhkan siapapun. Agar bisa lebih jelas lagi: saya tidak membutuhkan pemain baru. Titik. Kami memulai musim dengan sebuah tim dan saya percaya dengan para pemain,” tambahnya.

“Ada momen-momen sulit dalam satu musim. Anda ingin berkata bahwa situasi seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Namun tidak dengan saya. Yang saya pikirkan ialah kita harus melangkah ke depan. Dalam segala hal.”

“Kita lihat apa yang terjadi di akhir musim. Kala itu lah segala sesuatunya dianalisa, dan jika Anda harus membuat perubahan (dipecat karena tidak bisa meraih hasil maksimal), maka itu akan terjadi.”