49 Milyar Duit Fans Juventus Diambil Klub Gara-gara Novel Coronavirus

49 Milyar Duit Fans Juventus Diambil Klub Gara-gara Novel Coronavirus

Ada 49 milyar rupiah duit fans Juventus diambil klub raksasa Serie A itu gara-gara wabah penyakit novel coronavirus yang selama beberapa hari terakhir tengah melanda Italia bagian utara. Begini ceritanya.

Terjadi ledakan jumlah kasus novel coronavirus di Italia, khususnya wilayah utara negeri itu, di mana kota-kota terkenal Milan, Turin (kandang Juventus) dan Venice berada. Sebagai akibatnya pemerintah melarang semua jenis kerumunan massa, termasuk misa di gereja, karnaval, dan – yang mengerikan bagi kita – tontonan sepak bola.

Laga-laga Serie A tidak sampai dibatalkan, kecuali untuk divisi-divisi yang lebih rendah, tapi sebagian ditunda, dan sebagian lainnya tetap berjalan sesuai jadwal namun tanpa penonton. Salah satunya adalah pertandingan babak 32 besar Liga Europa antara Inter vs Ludogorets pada hari Jumat (28/2) di Stadio San Siro. Laga itu berlangsung tanpa penonton, kecuali petugas stadion, sejumlah steward dan staf dari kedua kesebelasan.

Saking ngerinya situasi di kota Milan, baik Inter maupun AC Milan sama-sama telah menutup kantor mereka dan memerintahkan staf bekerja dari rumah masing-masing. Angkutan umum subway kota di bawah tanah sangat sepi dan tidak ada orang.

Klub Liga Italia Kehilangan Pendapatan

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Beberapa tim telah menyatakan keprihatinan mereka perihal permainan di balik stadion tertutup. Tidak ada penggemar berarti tidak ada pendapatan dari penjualan tiket. Juventus, misalnya, selalu melihat stadion Allianz Stadium miliknya penuh sesak, yang memberi mereka pendapatan Rp 1,2 Trilyun selama musim 2018/2019, dengan Rp 840 Milyar di antaranya berasal dari tiket hari pertandingan.

Klub tidak melulu dipaksa untuk bermain tanpa penonton. Ada opsi lain yang tersedia, penjadwalan ulang. “Klub bisa juga menunda pertandingan dan menjadwalkan ulang, tetapi ada masalah kapan [laga berikutnya],” kata menteri olahraga Italia Vincenzo Spadafora. “Sayangnya, ini bukan sesuatu yang bisa saya evaluasi atau putuskan.”

Bagaimana dengan para penggemar yang sudah terlanjur membeli tiket? Klub menangani masalah ini sesuai dengan peraturan mereka sendiri. Inter cukup baik hati dengan rencana mengembalikan uang para penggemar yang membeli tiket untuk pertandingan Liga Europa mereka, tetapi Juventus memutuskan untuk tidak mengembalikan tiket apa pun – bahkan mereka yang pemegang tiket terusan – untuk laga Derby d’Italia antara La Vecchia Signora melawan Inter yang akan berlangsung dengan stadion kosong tanpa penonton pada Senin (2/3) dinihari di Turin.

Juventus Dapat Duit Tiket Rp 49 Milyar per laga

Terakhir kali kedua klub saling berhadapan di Allianz Stadium, Juventus mengumumkan pendapatan Rp 49 Milyar. Angka tersebut akan sama pada hari Minggu, dan Juventus diizinkan untuk menahan uang, terlepas dari apakah itu dianggap adil oleh para penggemar. Jadi ada 49 milyar rupiah duit fans Juventus dari uang penjualan tiket yang ditahan oleh klub. Entah apakah akan dikembalikan, dalam bentuk apa dan kapan, masih tanda tanya besar.

Rasa ngeri dari kemungkinan tertular novel coronavirus, yang pada saat berita ini diunggah Jumat siang sudah menulari 83.380 orang dan mencabut nyawa 2.858 jiwa di seluruh dunia (terbanyak di China), terlihat dari kedatangan tim Ludogorets ke Stadio San Siro.

Turun dari bis tim, para pemain dan staf Ludogorets Razgrad tampak mengenakan masker yang menutupi hidung dan mulutnya. Bukan hanya itu. Merasa tidak cukup dengan masker, sejumlah pemain juga mengenakan sarung tangan! Dan ada pembicaraan di kalangan klub tim tamu 32 besar Liga Europa tersebut, apakah mereka wajib berjabat tangan dengan para pemain Inter, seakan-akan para pemain Nerazzurri menjadi medium penularan coronavirus.

Data yang diperoleh sampai dengan Jumat (28/2) siang untuk lima lokasi terparah di dunia adalah sebagai berikut:

  • China 78.832 kasus total, kematian 2.788, sembuh 36.184 dan kritis 7.952
  • Korea Selatan 2.022 kasus, kematian 13, sembuh 24, kritis 18
  • Diamond Princess 706 kasus, kematian 4, sembuh 10, kritis 36
  • Italia 655 kasus, kematian 17, sembuh 45, kritis 56
  • Iran 245 kasus, kematian 26, sembuh 54, kritis tak ada data
  • Jepang 214 kasus, kematian 4, sembuh 32, kritis 13