5 Alasan Mengapa Conte Terlihat Girang Banget Inter Menang 1-0 Atas Cagliari

Gila Bola – Sudah lihat Antonio Conte girang banget melihat Inter menang 1-0 atas Cagliari pada Minggu malam 11 April 2021? Padahal itu cuma kemenangan 1-0 melawan sebuah tim papan bawah yang terancam degradasi. Apa istimewanya? Setidaknya ada lima alasan di belakangnya.

Pertama, itu bukan kemenangan yang mudah. Biasanya gol-gol tercipta pada babak pertama atau setidaknya pada awal babak kedua. Tapi itu tidak terjadi kali ini. Radja Nainggolan yang mereka pinjamkan ke Cagliari berperan besar dalam mencegah gol-gol terjadi, terutama dari duet mereka yang mematikan, Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez. Barulah setelah melakukan dua pergantian memasukkan Achraf Hakimi dan Lautaro Martinez pada menit 70, terjadilah gol tersebut.

Jika Anda melihat rekaman adegan gol Matteo Darmian menit 77 itu, gol diawali oleh permainan satu-dua yang cerdik dari Lukaku dan mantan bintang Real Madrid, Hakimi. Bola sampai ke striker Belgia dan ia menanti sang bintang Maroko melaju ke garis akhir lapangan.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Lukaku sadar bahwa dirinya menjadi pusat perhatian para pemain Cagliari. Ia dengan sengaja memilih berhenti guna dikeroyok tiga pemain tamu, yang lengah dan membiarkan Hakimi menyelinap guna menerima umpan balik dari mantan pemain Manchester United tersebut. Sisanya adalah sejarah. Sebuah umpan silang mendatar tinggal disenggol dikit dan menjadi gol yang sangat menentukan.

Alasan kedua Conte bergembira bersama para pemainnya di atas lapangan adalah, ini merupakan kemenangan ke-11 kalinya beruntun di ajang Serie A akhir-akhir ini. Dengan alasan ketiga yang terkait dengan itu, mereka hanya butuh lima kemenangan lagi dari sisa delapan pertandingan sampai sisa akhir musim 2020/21 untuk memastikan gelar Scudetto.

Alasan keempat adalah selain 11 kemenangan beruntun, ini juga merupakan pertandingan kali ke-14 di mana Nerazzurri berhasil menghindari kekalahan. Dan alasan kelima, mereka berhasil menjaga selisih 11 poin di atas rival sekotanya AC Milan.

Jika Inter menjadi juara Liga Italia akhir musim ini – dan sepertinya demikian – maka mereka sukses mengakhiri dominasi Juventus selama 9 tahun terakhir.

AHABET
AHABET