Site icon Gilabola.com

78 Persen Penguasaan Bola Tak Cukup, Juventus Cetak Sejarah Kelam di Serie A

Lloyd Kelly berusaha merebut bola di laga Cagliari Calcio vs Juventus di Serie A

Gilabola.com – Juventus mencatatkan sejarah yang tidak menyenangkan usai mereka menguasai 78 persen penguasaan bola, melepaskan 22 tembakan, mendominasi seluruh aspek pertandingan, tapi tetap saja kalah 1-0 dari Cagliari.

Kekalahan ini langsung menuai sorotan lantaran mereka menjadi tim pertama sejak data Serie A dikumpulkan pada 2004 yang kalah dalam pertandingan liga meski mendominasi penguasaan bola dengan prosentase setinggi itu.

Dengan 674 total operan dan 93 akurasi umpan sukses, dengan hanya 178 operan untuk Cagliari dan 64 persen umpan sukses, bola tampak hampir selalu berada di kaki para pemain Juventus.

Dengan 22 tembakan sepanjang laga dan tujuh tepat sasaran, pasukan Luciano Spalletti tampak terus melakukan usaha-usaha serangan sepanjang laga, sayangnya mereka kurang efektif dalam menuntaskan peluang.

Justru, Cagliari dengan hanya 22 persen penguasaan bola dan dua tembakan mampu mencetak gol tunggal kemenangan lewat skema tendangan bebas Gianluca Gaetano yang disambut tendangan voli Luca Mazzitelli.

Cagliari Rayakan Efisiensi

Luciano Spalletti, berbicara usai pertandingan, mengakui bahwa timnya harus menghormati Cagliari yang mampu membaca kesempatan kecil dan memanfaatkannya secara maksimal.

Dari sisi tuan rumah, kemenangan atas Juventus ini dipandang sebagai momen penting. Pelatih Cagliari, Fabio Pisacane, menilai hasil ini dapat meningkatkan kepercayaan diri para pemainnya.

Maklum, kemenangan ini mampu membawa mereka menjauh dari zona degradasi, naik ke peringkat ke-13 dengan 22 poin dari 21 pertandingan, jadi ini kemenangan yang sangat berharga bagi mereka.

Pisacane, dalam komentarnya lebih lanjut atas kemenangan ini, melihat timnya tampil dengan organisasi, semangat, dan pengorbanan tinggi, terutama mengingat hasil buruk yang mereka raih dalam beberapa pekan sebelumnya.

Pelatih berusia 39 tahun itu menilai para pemainnya mampu menjalankan instruksi dengan baik, termasuk perubahan sistem ke tiga bek dan peran lebih dalam Gianluca Gaetano.

Gaetano mendapat pujian khusus dari Pisacane karena kontribusinya tanpa bola. Peran tersebut memberi Cagliari opsi tambahan saat transisi menyerang dan bertahan, membuat mereka lebih solid dan disiplin.

Pendapat Kami

Laga ini menjadi pelajaran berharga bahwa dominasi tanpa disertai ketajaman dan disiplin di momen krusial bisa menjadi sia-sia. Juventus memperlihatkan sisi rapu mereka di laga ini dan jika tidak diperbaiki, mereka akan sulit bahkan sekedar bertarung untuk empat besar klasemen.

Exit mobile version