AC Milan Gagal Lolos Champions, Gattuso Putus Asa

AC Milan Gagal Lolos Champions, Gattuso Putus Asa

Gilabola.com – AC Milan akhirnya gagal lolos ke Champions usai mengalahkan SPAL. Hal itu membuat pelatih klub Liga Italia Gennaro Gattuso putus asa.

AC Milan membuat kaget banyak pihak karena gagal lolos usai mengalahkan SPAL di laga Serie A. Gennaro Gattuso lantas mengakui jika dirinya bagai ditinggalkan ‘dalam bentuk serpihan kecil’ oleh semua hasil tim musim ini, sesuai rilis Football Italia.

Rossoneri melewatkan kualifikasi Liga Champions usai finish kelima di klasemen Serie A, meskipun mengalahkan SPAL skor tipis 3-2 pada hari Minggu malam. Gagal main di Champions membuat Gattuso patah semangat dan pasrah akan apa yang akan terjadi nantinya.

“Saya tetap harus berterima kasih kepada tim. Bisa menyelesaikan dengan 68 poin memberi saya kebanggaan tersendiri, bahkan jika rasanya menyakitkan bahwa kita tidak memenuhi syarat untuk Liga Champions,” ujar Gattuso dengan lesu melalui DAZN.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Pekerjaan saya sebagai pelatih harus dievaluasi oleh klub. Saya akan bertemu klub dan kita akan bicara baik-baik. Saya ingin mendengar apa yang mereka pikirkan tentang pekerjaan saya sejauh ini.”

“Kami telah membuat beberapa kesalahan selama musim ini dan, mulai sekarang, harus membuat sesedikit mungkin. Saya tetap percaya jika tahun ini adalah tahun yang positif kok. Penyesalan terbesar saya adalah bahwa kita tidak bisa konsistensi selama tiga sampai empat bulan. Kami melangkah melalui terlalu banyak periode yang buruk.”

AC Milan dinilai Gattuso belum berkembang

“Saya tidak setuju ketika saya mendengar ada orang yang mengatakan bahwa pemain saya telah berkembang. Tidak sodara-sodara. Banyak dari mereka yang malah bermain jauh di bawah tingkat kemampuan mereka, tapi kami masih tim yang memiliki kualitas dan potensi.”

“Saya tidak tahu juga apakah kita dapat meningkatkan pada 68 poin yang telah kita peroleh musim ini. Rasanya akan sulit untuk dilakukan. Saya merasa saya sudah memiliki terlalu banyak sejarah dengan klub ini, saya merasakan lebih banyak tekanan daripada yang mungkin harus saya dapatkan.”

“Saya hampir tidak bisa tidur dalam delapan belas bulan terakhir, secara mental saya rasanya bagaikan dalam bentuk serpihan dan itu adalah sesuatu yang harus saya pertimbangkan,” pungkasnya yang mulai memikirkan dipecat atau mengundurkan diri.