
AC Milan nyaris kehilangan poin penting di pekan Serie A, Minggu waktu setempat, sebelum dua gol di penghujung laga memastikan kemenangan 2-0 atas Cremonese di Stadio Giovanni Zini. Gol Strahinja Pavlovic pada menit ke-89 dan Rafael Leao di masa tambahan waktu menjaga jarak Rossoneri dari pimpinan klasemen Inter yang sehari sebelumnya juga menang.
Kemenangan ini membuat Milan kembali memangkas selisih menjadi 10 poin dari Inter. Sehari sebelumnya, sang pemuncak klasemen menundukkan Genoa 2-0 sehingga jarak sempat melebar menjadi 13 angka. Dengan Derby della Madonnina menanti akhir pekan depan, hasil di Zini menjadi krusial agar peluang tipis perebutan gelar tidak sepenuhnya tertutup.
Babak Pertama Ketat, Cremonese Berani Meladeni
Cremonese, yang mengalahkan Milan pada pekan pertama di San Siro tetapi belum menang lagi di liga sejak 7 Desember, tampil tanpa beban. Federico Bonazzoli hampir membuka skor pada menit ke-26 lewat sentuhan yang melenceng tipis dari tiang kiri gawang Mike Maignan. Dari situasi sepak pojok yang sama, Jamie Vardy juga gagal mengarahkan tembakannya tepat sasaran.
Milan membalas pada menit ke-34. Youssouf Fofana mengirim umpan terobosan presisi kepada Rafael Leao, namun penyelesaian penyerang Portugal itu melebar. Di masa tambahan waktu babak pertama, Fofana kembali mengancam, tetapi Emil Audero melakukan penyelamatan penting.
Dominasi Tanpa Gol hingga Menit Akhir
Selepas jeda, Milan meningkatkan intensitas serangan. Leao kembali memperoleh peluang, tetapi tidak mampu mengonversinya. Tekanan terus dibangun, dan secara keseluruhan tim asuhan Massimiliano Allegri melepaskan 20 tembakan dengan nilai expected goals mencapai 3,51, jauh di atas tuan rumah yang mencatat 15 percobaan dengan 0,99 xG.
Meski dominan, gol tak kunjung datang. Pada menit ke-86, Niclas Fullkrug menyundul umpan Luka Modric, namun bola melenceng. Ketika laga tampak akan berakhir imbang, Modric kembali mengirim umpan melengkung tiga menit berselang. Bola diteruskan Koni De Winter dan diselesaikan Pavlovic dari jarak dekat untuk memecah kebuntuan.
Cremonese yang mencoba menyamakan kedudukan justru kecolongan dalam situasi serangan balik pada masa tambahan waktu. Christopher Nkunku mengirim umpan datar ke tengah kotak penalti dan Leao menuntaskannya dengan mudah untuk memastikan skor 2-0.
Rekor Tandang yang Akhirnya Terpecahkan
Kemenangan ini mengakhiri penantian panjang Milan di kandang Cremonese. Sebelum laga ini, mereka gagal mencetak gol dalam tiga lawatan terakhir ke Zini di Serie A. Gol terakhir Milan di stadion tersebut tercipta pada 26 September 1993 melalui Jean-Pierre Papin dan Marco Simone.
Hasil ini juga menjaga konsistensi produktivitas mereka. Setelah kalah 0-1 dari Parma pekan lalu, Milan belum pernah gagal mencetak gol dalam dua pertandingan Serie A secara beruntun sejak April 2022.
Secara klasemen, Milan kini unggul empat poin atas Napoli di posisi ketiga dan memiliki jarak sembilan poin dari Como yang berada di peringkat kelima. Dengan derby melawan Inter di depan mata, kemenangan di Zini bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan penegasan bahwa perburuan gelar belum sepenuhnya selesai.
Untuk update terbaru lainnya dari kancah Serie A, kunjungi halaman pusat berita Liga Italia.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!