Acerbi Ingin Akhiri Karir Di Lazio Sebelum Jadi Pelatih

Acerbi Ingin Akhiri Karir di Lazio dan Jadi Pelatih

Gilabola.com – Bek timnas Italia, Francesco Acerbi mengungkapkan harapannya untuk bisa mengakhiri karirnya bersama Lazio sebelum nantinya dia beralih menjadi seorang pelatih.

Sejak kepindahannya dari Sassuolo pada bulan Juli 2018 lalu, Acerbi memang menjelma menjadi andalan utama I Biancocelesti di lini belakang mereka. Konsistensi permainan dari bek berusia 32 tahun itu juga membuatnya menjadi langganan untuk dipanngil oleh timnas Italia dibawah asuhan Roberto Mancini.

Merasa menemukan permainan terbaiknya dengan Lazio, Acerbi kini memiliki impian untuk mengakhiri karirnya bersama tim besutan Simone Inzaghi tersebut. Namun, sang pemain tetap ingin fokus untuk melihat situasi tiap tahunnya karena keputusan akhir belum tentu berada di tangannya.

Selain rencana untuk pensiun di Biancocelesti, mantan bek tengah AC Milan itu juga memiliki rencana untuk menjadi pelatih setelah selesai bermain nantinya. Acerbi berujar pada akun instagramnya bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang sudah dia pikirkan sejak lama.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77

“Aku ingin mengakhiri karirku di Lazio, tetapi aku selalu ingin fokus setahun dulu,” tulis Acerbi di akun instagramnya yang dikutip oleh Football Italia.

“Aku ingin menjadi pelatih. Aku sudah memikirkan tentang hal itu semenjak beberapa tahun terakhir.”

Mengingat usianya yang sudah mencapai 32 -tahun, keinginan dari bek tengah itu bisa jadi akan tercapai. Meskipun untuk impian agar bisa pensiun di Lazio bisa tergantung dari seberapa lama dia bisa mempertahankan konsistensinya menjadi palang pintu utama Biancocelesti.

Musim ini sendiri memang sang pemain belum menunjukkan tanda-tanda penurunan level kemampuan sama sekali. Hingga saat ini Acerbi sudah bermain sebanyak 24 kali di Serie A dan juga mampu mencetak dua gol dan juga dua assist meski bermain sebagai pemain belakang.

Performa menawannya bersama rekan-rekan setimnya musim ini memang sangat membantu membuat I Biancocelesti menjadi pesaing kuat Scudetto bersama Juventus dan Inter Milan. Selain memiliki lini depan yang tajam, Lazio juga dikenal cukup mampu bertahan dengan baik dari serangan-serangan lawan.

Mencuatnya penampilan dari Gli Aquile musim ini juga sesuatu yang tidak diantisipasi banyak orang, termasuk penggemar mereka sendiri. Sayangnya, situasi darurat di Italia dan dunia karena virus corona membuat impian dari Lazio kini masih tertahan.