Alasan Mourinho Dikartu Merah Tadi Malam, Bikin Gerakan Menghina Ayah si Wasit

Pelatih Roma Jose Mourinho cuma bikin gerakan menelepon tadi malam, kenapa sih dikartu merah? Karena itu merupakan sebuah gerakan menghina, bukan terhadap si wasit. Lebih parah lagi, tertuju ke ayah sang pengadil. Begini ceritanya.

Selang satu menit sebelum laga AS Roma vs Verona berakhir dengan skor 2-2 di Stadio Olimpico pada Minggu dinihari (20/2), si manajer Giallorossi asal Portugal itu diusir wasit Luca Pairetto. Pasalnya, ia menirukan aksi menelepon. Mourinho patuh pada perintah pengusiran, meninggalkan lapangan, tapi gerakannya sudah terlanjur viral ke seluruh dunia.

Gerakan menempelkan telepon ke telinga itu merupakan sebuah tindakan netral. Tapi menjadi tidak netral karena ditujukan kepada wasit Luca Pairetto. Apa pasal? Itu karena ayah si wasit, Pierluigi Pairetto.

Advertisement
KaikoSlot
KaikoSlot
TOTOBET
TOTOBET
GITARTOGEL
GITARTOGEL

Sang ayah dari wasit tadi malam terlibat dalam skandal pengaturan skor pada tahun 2006 yang menyebabkan Juventus kehilangan gelar dan dipaksa untuk turun pangkat ke Serie B di antara sejumlah hukuman lainnya.

Roma kini turun ke posisi ketujuh dan bisa mengakhiri akhir pekan ini lebih rendah lagi di klasemen Serie A tergantung pada hasil Fiorentina pada hari Minggu. Dalam musim yang penuh pasang surut bagi Giallorossi, lebih buruk daripada musim 2020/21 saat Roma ditangani Paulo Fonseca, posisi ketujuh ini bisa menjadi titik kritis saat klub tersingkir dari persaingan Eropa.

Percakapan Telepon Libatkan Pierluigi Pairetto

Transkrip panggilan telepon yang melibatkan Inter, Milan dan sejumlah klub lain sehubungan dengan persidangan Calciopoli tahun 2006 diterbitkan oleh media Italia setelah bukti baru muncul pada persidangan saat itu di Naples.

Di persidangan, mantan direktur Juventus Luciano Moggi berusaha mempertahankan posisinya dengan mengklaim bahwa dia bukan satu-satunya yang menghubungi wasit pemberi tugas, dan menuduh Inter dan Milan melakukan hal yang sama.

Beberapa di antaranya kini telah dipublikasikan di seluruh media Italia, dan mereka menunjukkan presiden Inter Massimo Moratti, mendiang Giachinto Facchetti, wakil presiden Milan Adriano Galliani, dan pelatih Udinese saat itu Luciano Spalletti berbicara dengan Paolo Bergamo yang pada saat itu sebagai wasit pengarah, serta ada juga panggilan telepon ke Pierluigi Pairetto, mantan wasit dan pengarah.

AHABET
INDOTOGEL
AHABET
INDOTOGEL
BANDARTOGEL77
TEXASPOKERCC
JAYAPOKER
HKINDO

Gilabola.com menyajikan informasi terkini dengan gaya bahasa ringan yang mudah dipahami dan update terbaru dari kompetisi Eropa dan internasional. Kunjungi juga channel Youtube resmi kami di @gilabolanews dan @gilabolastory

SebelumnyaIlkay Gundogan Akui Tercengang Usai Kekalahan Man City dari Tottenham Hotspur
SelanjutnyaLukaku Cuma Tujuh Sentuhan Sepanjang Laga, Tuchel Tak Mau Disalahkan Taktiknya