
Como meraih kemenangan penting setelah membalikkan keadaan dan mengalahkan AS Roma dengan skor 2-1 dalam lanjutan Serie A. Hasil ini membuat tim asuhan Cesc Fabregas semakin memperkuat posisi mereka dalam perebutan tiket ke Liga Champions musim depan.
Bermain di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Como berhasil membalikkan ketertinggalan sebelum memastikan kemenangan di babak kedua. Tambahan tiga poin membuat mereka naik ke posisi keempat klasemen sementara Serie A, unggul satu poin atas Roma dan Juventus dalam persaingan ketat memperebutkan satu slot terakhir menuju Liga Champions.
Sementara itu, dua tim teratas klasemen, Inter Milan dan AC Milan, masih fokus dalam perburuan gelar juara liga.
Kartu Merah Jadi Titik Balik Pertandingan
Momen yang mengubah jalannya laga terjadi pada menit ke-64. Bek Roma, Wesley, menerima kartu kuning kedua setelah melakukan tekel yang terlambat terhadap Assane Diao. Insiden tersebut membuat Roma harus melanjutkan pertandingan dengan hanya sepuluh pemain.
Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan Como. Tekanan yang terus-menerus akhirnya berbuah gol kemenangan ketika bek tengah Diego Carlos mencetak gol dari jarak dekat di dalam kotak enam yard atau sekitar 5,5 meter dari gawang. Gol tersebut memastikan kemenangan penting bagi Como dalam upaya mereka menembus Liga Champions untuk pertama kalinya.
Roma Unggul Lebih Dulu Lewat Penalti
Roma sebenarnya memulai pertandingan dengan sangat baik. Baru enam menit laga berjalan, Stephan El Shaarawy dijatuhkan oleh Diego Carlos di area penalti.
Penyerang asal Belanda, Donyell Malen, yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan tenang dari titik penalti berjarak sekitar 11 meter, sehingga Roma unggul 1-0 di awal pertandingan.
Como Terus Menekan hingga Menyamakan Kedudukan
Meski tertinggal, Como terus menciptakan peluang sebelum jeda. Nico Paz dan Alex Valle sempat memaksa kiper Roma, Mile Svilar, melakukan beberapa penyelamatan penting. Selain itu, Jacobo Ramon juga hampir mencetak gol ketika bola tembakannya mengenai rangka gawang menjelang turun minum.
Setelah babak kedua dimulai, Como meningkatkan tempo permainan. Nico Paz sempat dua kali melepaskan tembakan yang hanya melambung tipis di atas mistar gawang.
Tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-60. Penyerang Yunani, Tasos Douvikas, menerima umpan terobosan dari Alex Valle sebelum melepaskan tembakan rendah ke tiang dekat yang membuat skor berubah menjadi 1-1.
Rekor Penting untuk Douvikas
Gol tersebut memiliki arti khusus bagi sejarah klub. Douvikas kini telah mencetak 10 gol liga musim ini, menjadikannya pemain pertama Como yang mencapai dua digit gol di Serie A sejak Stefano Borgonovo mencetak 10 gol pada musim 1985–1986.
Ia juga menjadi pemain asing pertama Como yang mampu mencatatkan torehan dua digit gol di Serie A untuk klub tersebut.
Statistik Tegaskan Dominasi Como
Secara statistik, Como tampil lebih dominan dibandingkan Roma. Tim tuan rumah mencatat 2,22 expected goals (xG), jauh lebih tinggi dibandingkan 0,86 xG milik Roma. Angka tersebut menunjukkan kualitas dan jumlah peluang yang lebih banyak diciptakan oleh tim asuhan Cesc Fabregas sepanjang pertandingan.
Meski kalah, Roma tetap mendapatkan sisi positif dari performa Donyell Malen. Penyerang yang didatangkan pada bursa transfer musim dingin itu kini menjadi pencetak gol terbanyak klub di Serie A musim ini dengan tujuh gol dari sembilan pertandingan liga sejak bergabung pada Januari.
Persaingan Empat Besar Liga Italia Semakin Ketat
Kemenangan ini membuat Como tidak hanya mengamankan tiga poin, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam mengejar tiket Liga Champions.
Dengan posisi keempat kini berada di tangan Como, Roma dan Juventus harus segera bangkit jika tidak ingin tertinggal dalam persaingan sengit perebutan empat besar di Serie A.
Analisa Redaksi: Dominasi Taktis dan Kematangan Mental
Di bawah arahan Cesc Fabregas, Como menunjukkan kematangan taktis luar biasa saat membalikkan keadaan untuk menang 2-1 atas AS Roma. Meskipun sempat tertinggal cepat melalui penalti Donyell Malen, Como tidak kehilangan identitas permainan mereka.
Keunggulan statistik expected goals (xG) yang mencapai 2,22 berbanding 0,86 milik Roma menegaskan bahwa kemenangan ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari penciptaan peluang berkualitas secara konsisten.
Tim tuan rumah berhasil mengeksploitasi setiap celah di lini pertahanan Roma melalui kreativitas Nico Paz dan Alex Valle yang terus menerus memberikan tekanan tinggi sejak awal laga.
Kartu Merah Wesley dan Momentum Perubahan Titik balik krusial pertandingan terjadi pada menit ke-64 ketika bek Roma, Wesley, menerima kartu merah. Kehilangan pemain ini membuat organisasi pertahanan Roma yang dikawal Mile Svilar runtuh di bawah intensitas serangan Como.
Fabregas dengan jeli memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengurung Roma di area penalti mereka sendiri, yang puncaknya diselesaikan dengan baik oleh Diego Carlos. Gol tersebut melengkapi momentum yang diawali oleh Tasos Douvikas, yang mencatatkan sejarah sebagai pemain asing pertama Como yang mencetak dua digit gol di Serie A dalam satu musim, sebuah bukti efektivitas lini serang Como musim ini.
Implikasi Persaingan Zona Liga Champions Kemenangan ini secara dramatis mengubah konjungtur klasemen Serie A, menempatkan Como di posisi keempat dan menggeser rival berat seperti Juventus dan Roma.
Bagi Como, ini adalah langkah besar menuju kualifikasi Liga Champions pertama mereka, didukung oleh kedalaman skuad yang mampu merespons tekanan laga besar. Di sisi lain, meski Donyell Malen terus menunjukkan ketajamannya dengan tujuh gol sejak Januari, ketergantungan Roma pada performa individu tanpa dukungan disiplin pertahanan yang kolektif menjadi evaluasi berat bagi mereka.
Persaingan empat besar kini semakin ketat, menuntut konsistensi tinggi dari Como untuk mempertahankan posisi bersejarah mereka.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!