Andrea Pirlo Manajer Terburuk Juventus di Era Andrea Agneli

Andrea Pirlo Manajer Terburuk Juventus di Era Andrea Agneli

Gila Bola – Andrea Pirlo mencatat awal terburuk sebagai pelatih Juventus sejak Andrea Agnelli mengambil alih klub pada 2010, dengan tim Turin itu telah memiliki lima manajer berbeda sejak itu.

Saking buruknya, pelatih anyar Juventus itu dianugerahi Golden Tapir Prize setelah raksasa Turin itu hanya menang dua kali saja dari enam laga mereka sejauh ini di semua kompetisi (tidak termasuk kemenangan atas Napoli). Golden Tapir Prize atau Tapiro d’Oro adalah penghargaan satiris guna menyindir suatu keadaan.

Pemenang Piala Dunia Italia 2006 itu ditunjuk sebagai pelatih kepala Juventus pada musim panas lalu setelah Maurizio Sarri dipecat. Itu adalah pengangkatan karir pertama Andrea Pirlo sebagai pelatih.

Sayang awal karir manajer berusia 41 tahun itu hanya memenangkan dua dari enam pertandingan pembukaan La Vecchia Signora musim ini di berbagai ajang, seri tiga kali dan kalah satu kali. Mereka mencetak sembilan gol dan kebobolan empat gol selama rentang periode tersebut.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Startnya bahkan lebih buruk daripada Luigi Delneri yang mencatatkan empat kemenangan, satu hasil imbang dan satu kekalahan dalam enam pertandingan pertama pada eranya pada tahun 2010. Tim Juventus-nya juga mencetak sembilan gol, kebobolan empat gol.

Antonio Conte menggantikannya satu tahun kemudian dengan memetik tiga kemenangan dan tiga hasil imbang dengan sembilan gol dan tiga kebobolan. Dimulai dari pelatih 51 tahun inilah, yang saat ini membesut Inter, Bianconeri berhasil merebut kembali gelar pertama Liga Italia mereka, awal dari 9 Scudetto beruntun.

Sementara Massimiliano Allegri memiliki awal yang sempurna dengan enam kemenangan dari enam pertandingan, 12 gol memasukkan dan sama sekali tidak kebobolan satu gol pun, dan pelatih musim lalu Maurizio Sarri pun berhasil meraih empat kemenangan dan dua kali seri.

Namun mantan manajer Napoli dan Chelsea itu memiliki rekor pertahanan terburuk dengan tujuh gol kebobolan, sementara tim Juventusnya mencetak 11 gol dalam enam pertandingan pertama musim lalu.