Antonio Conte Diteror Amplop Berisi Peluru

Antonio Conte Diteror Amplop Berisi Peluru

Gilabola.com – Antonio Conte diteror amplop berisi peluru. Sang pelatih klub Liga Italia Inter Milan langsung melaporkan ancaman itu ke polisi.

Manajer Inter Milan, Antonio Conte, dilaporkan Daily Mail telah menerima surat anonim yang berisi peluru dan sejumlah ancaman. Corriere della Sera mengatakan bahwa sepucuk surat itu membuat klub meningkatkan keamanan mereka.

Polisi langsung menyelidiki siapa pengirim surat itu dan akan mencari sidik jari pelalu. Mereka bergerak cepat ingin menemukan identitas dan motif pelaku mengancam mantan pelatih Chelsea, Juventus dan bos Italia tersebut.

Conte sendiri tidak ragu mengambil keputusan melapor ancaman tersebut  kepada pihak kepolisian untuk melindungi dirinya dan keluarganya. Sistem video pemantau atau CCTV rencananya akan disiapkan di jalan rumah Conte serta tempat latihan klub untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Antonio Conte dan Inter Milan dihimbau tetap waspada

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Ada keyakinan bahwa aksi itu hanya dilakukan orang usil untuk mencari perhatian saja dan bahwa ancamannya juga tidak serius. Meski dinilai surat itu sengaja dikirim untuk mencari perhatian saja, namun baik Conte dan klub diperingatkan untuk tetap waspada oleh pihak kepolisian.

Conte sendiri mengambil alih sebagai bos Inter di musim panas dan telah membuat awal yang tidak terlalu mengecewakan. Sang manajer sanggup membuat tekanan pada Juventus dalam upaya untuk menggulingkan mereka sebagai Juara Serie A musim ini.

Dia akan kembali di Turin setelah masa jeda internasional ketika Inter akan menghadapi Torino. Kedua tim dijadwalkan bertemu pada hari Minggu 24 November, pukul 02.45 WIB.

Kubu Torino jelas bukan tim sembarangan untuk dihadapi. Meski berbahaya, namun skuad Inter polesan Conte tetap masih diunggulkan untuk menang dalam pertemuan tersebut. Conte tetap akan mendapatkan pengawasan termasuk di laga lawan Torino untuk mengantisipasi ancaman lanjutan dari sang pengirim amplop teror tersebut. Lantas, apakah sang pelatih akan selamat?