Antonio Conte Sebut Dirinya Pelatih Demokratis Usai Inter Milan Kalahkan Parma

Gila Bola – Inter Milan terus melanjutkan performa positif mereka di kompetisi domestik usai memetik kemenangan 2-1 atas Parma di Ennio Tardini pada Jumat (5/3) dini hari WIB, membawa mereka unggul enam poin di puncak klasemen liga.

Manajer Antonio Conte kini mengungkapkan rahasia performa dahsyat skuad asuhannya, menegaskan bahwa dia adalah pelatih yang demokratis yang ingin menciptakan persaingan untuk mendapatkan tempat dalam skuad Inter Milan, dan memacu Alexis Sanchez dan Achraf Hakimi untuk memberi lebih banyak bagi tim.

Nerazzurri mengambil langkah besar untuk memenangkan liga pertama sejak 2010 lewat kemenangan 2-1 atas tuan rumah Parma, dengan Alexis Sanchez menjadi pahlawan kemenangan tim berkat dua golnya di babak kedua, dengan skuad asuhan Roberto D’Aversa hanya sanggup memperkecil skor via Hernani Azevedo Junior menit ke-71.

Advertisement
QQCepat
QQCepat

Itu memungkinkan mereka untuk unggul enam poin dari rival sekota AC Milan di puncak klasemen Serie A dengan kemenangan keenam berturut-turut mereka dan Antonio Conte menegaskan bahwa pihaknya tahu ini akan menjadi laga sulit bagi mereka sembari memuji perlawanan yang ditunjukkan pihak Parma.

“Saya tidak berpikir itu pertandingan yang buruk, karena kami mencetak dua gol dan memiliki banyak peluang lain untuk memperpanjang keunggulan kami,” kata Antonio Conte kepada Sky Sport Italia. “Karena itu, kami tahu Parma selalu menyebabkan masalah bagi kami, mereka memiliki pemain yang kuat dan pelatih yang luar biasa.”

“Parma pantas mendapatkan pujian dan saya pikir mereka memiliki semua yang dibutuhkan untuk menyelamatkan diri mereka sendiri musim ini. Saya mengatakan bahwa Genoa dan Parma akan menjadi ujian kedewasaan kami, karena kami perlu mengasah bakat kami dan menunjukkan tekad di setiap pertandingan, bukan hanya pertandingan besar.”

Di menit-menit terakhir, Antonio Conte mencengkeram kepala bek kanan timnya Achraf Hakimi, berteriak di wajahnya dan menampar kepalanya, semua itu bagian dari kegembiraan dan ucapan selamat yang sangat menggebu-gebu dari bos Italia yang memang dikenal sangat ekspresif.

“Saya pikir saya adalah pelatih yang sangat demokratis, jadi saya tidak memberikan apa-apa secara gratis dan saya bersabar sampai batas tertentu. Kami memiliki tim dan kepentingan individu ada di belakang kepentingan tim, jadi setiap orang harus berpikir dalam pengertian itu jika mereka ingin bergaul dengan saya. Saya telah menemukan sekelompok pemain yang bersemangat dan bersedia berjuang untuk satu sama lain. Hakimi adalah salah satu contohnya.”