Begini Cara Juventus Diperas Suporternya Sendiri, Jangan Ditiru!

Begini Cara Juventus Diperas Suporternya Sendiri, Jangan Ditiru!

Juventus diperas oleh suporternya sendiri dengan memanfaatkan hukuman UEFA guna menakut-nakuti klub dan memperoleh keuntungan. Jangan ditiru!

Tadi pagi kita mendengar ada penangkapan 12 ultras Juventus oleh polisi Italia. Berita yang tersebar sih soal keterkaitan mereka dengan mafia dan dugaan pencucian uang. Itu merupakan istilah hukum yang terlalu rumit untuk dipahami. Baru pada Senin (16/9) malam misteri itu terkuak lebih lebar. Para pentolan kriminal yang ditangkap ternyata memeras klubnya sendiri. Begini caranya.

Seperti kita tahu dari banyak berita sebelumnya bahwa UEFA selaku otoritas sepak bola di Eropa selalu menjatuhkan hukuman denda sampai ratusan juta rupiah untuk setiap kali terjadi kasus-kasus rasisme. Sebagai misal ketika penonton ramai-ramai menirukan teriakan monyet atau menyanyikan lagu yang menghina warna kulit atau asal usul seorang atau beberapa pemain, entah dari tim sendiri atau lawan.

Begini Cara Juventus Diperas Suporternya Sendiri

Sedikit saja yang tahu bahwa hal-hal semacam itu rupanya disengaja. Biasanya oleh berbagai kelompok ultras untuk memeras klubnya sendiri. Hal ini menimpa klub di mana Cristiano Ronaldo merumput saat ini, Juventus.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Seperti dilaporkan oleh BBC, polisi di Italia kemarin dilaporkan menangkap 12 ultras Bianconeri atas tuduhan pemerasan. Polisi di Turin mengatakan para penggemar mengancam akan menyanyikan lagu-lagu bertemakan rasis di pertandingan Juventus jika para direksi klub tidak membiarkan mereka membeli tiket murah dalam jumlah lebih banyak daripada yang dialokasikan bagi mereka. Maksudnya adalah kelompok ultras ini bisa menjualnya kembali demi keuntungan dari selisih harga murah dan harga pasaran. Jadi semacam calo, begitulah.

Penangkapan terjadi setelah penyelidikan oleh pihak berwenang selama setahun ke dalam kelompok-kelompok ultras ini. Polisi mengatakan kelompok ini menyusup ke suporter ultras di Stadion Allianz, dan mereka yang ditangkap termasuk para pemimpin kelompok ‘Drughi’, ‘Tradizione’, ‘Viking’ dan ‘Nucleo 1985’.

Juventus Pernah Didenda dan Dihukum Untuk Ulah Ultrasnya

Hal ini serius karena dua tahun lalu saja Juventus pernah didenda dan diperintahkan untuk memainkan pertandingan tanpa penonton karena diketahu menjual tiket ke suporter ultras. Bahkan pada bulan September 2017, presiden klub Andrea Agnelli dijatuhi hukuman skorsing selama satu tahun karena perannya dalam penjualan tiket kepada kelompok pendukung yang terkait kelompok mafia Italia, tetapi hukuman itu dicabut pada bulan Desember tahun yang sama. Itu merupakan contoh bagaimana Juventus diperas suporternya sendiri.

Mudah-mudahan berita ini tidak menimbulkan ide bagi ultras serupa di Indonesia. Mereka bisa saja mengancam pihak klub untuk menjual tiket murah ke mereka (guna dijual kembali pada hari H) dengan ancaman akan menimbulkan kerusuhan yang bisa berujung hukuman atau denda dari pihak penyelenggara Liga 1 Indonesia. Aksi semacam itu tidak membuat kaum ultras menjadi lebih mulia. Itu hanya semacam calo saja.