Blaise Matuidi Kirim Pesan Menyentuh Soal Kehidupan

Blaise Matuidi Kirim Pesan Menyentuh Soal Kehidupan

Gilabola.com – Blaise Matuidi mengirim pesan menyentuh soal kehidupan saat sang pemain klub Liga Italia Juventus menjalani masa karantina.

Blaise Matuidi kini jadi belajar banyak setelah sebelumnya kudet soal wabah corona. Pemain Juventus kelahiran Toulouse Prancis itu lantas menyampaikan pesan khusus untuk semua orang, termasuk gibolers.

Ia menegaskan jika pemikiran dan tubuhnya masih baik-baik saja dengan moral yang juga masih terjaga. Keluarganya juga masih dalam kondisi baik-baik saja, karena masih memiliki dirinya yang selalu menebarkan optimisme di keluarganya tersebut.

Matuidi juga merasa beruntung, karena status sebagai pesepakbola kondang jadi memudahkan dirinya dalam mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Hal itu membuatnya ingin berbuat baik dengan mengangkat semangat semua orang di tengah mewabahnya virus corona.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Matuidi ikut berterima kasih atas semua dukungan yang selama ini ia dapatkan dari semua orang. Melalui akun Instagram pribadinya, Matuidi meminta semua orang bersyukur atas semua yang mereka miliki.

Blaise Matuidi ingin semua pihak bersatu lawan corona

Rekan Cristiano Ronaldo itu juga meminta semua pihak bersatu agar mereka masih bisa terus memeluk anak-anak tercinta, menjaga dan memeluk orang tua, terus bersama saudara dan bisa terus merayakan gol bersama rekan-rekan terdekat. Matuidi optimis jika dunia pasti sanggup melalui wabah berbahaya ini.

Secara total di Serie A sudah ada 13 pemain yang positif tertular, termasuk 7 pemain Sampdoria dan 3 pemain Fiorentina. Italia masih babak-belur melawan penyebaran virus ini setelah 475 orang meninggal akibat sang virus nakal.

Italia mengerahkan 10.000 dokter muda untuk membantu tim kesehatan yang sudah ada untuk meredam lonjakan kematian di negara tersebut. Parahnya, jumlah tenaga medis yang meninggal akibat virus ini juga terus bertambah.

Mereka paling terpukul oleh fakta tidak punya perusahaan yang memproduksi masker saat negara-negara tetangga tidak mau memberikan banyak masker bantuan. Italia tidak merilis jumlah tenaga kesehatan yang meninggal akibat wabah ini, namun setiap tenaga kesehatan muda yang ada sangat diperlukan bantuannya.