Bos Inter Milan Sebut Pelatih Torino Pemalu

Luciano Spalletti berharap Walter Mazzarri untuk lebih berani dalam berjabat tangan usai Torino menang tipis atas raksasa Liga Italia, Inter Milan.
Berita Terkini - Luciano Spalletti berharap Walter Mazzarri untuk lebih berani dalam berjabat tangan usai Torino menang tipis atas raksasa Liga Italia, Inter Milan.

Gilabola.com – Luciano Spalletti berharap Walter Mazzarri untuk lebih berani dalam berjabat tangan usai Torino menang tipis atas raksasa Liga Italia, Inter Milan.

Nerazzurri gagal mencuri poin di Olimpico Grande Torino karena Adem Ljajic mencatatkan dirinya sebagai satu-satunya pencetak gol di laga tersebut.

Dengan hasil tersebut Inter ada di peringkat kelima klasemen sementara Serie A, terpaut satu poin dari AS Roma dan dua poin di bawah SS Lazio.

Akan tetapi Luciano Spalletti secara khusus menjelaskan jabatan tangan yang kaku antara dirinya dengan Walter Mazzarri seperti yang tayang di televisi.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Dalam tayangan tersebut Mazzarri seakan tidak nyaman untuk bersentuhan tangan dan ingin segera masuk ke ruang ganti pakaian.

Bagi Spalletti, sikap rekan seprofesinya itu dimaklumi sebab ia sudah tahu karakter Mazzarri sehingga tidak sedikit pun tersinggung.

“Saya mendatangi dia untuk menyapanya. Dia seakan tidak ingin berjabat tangan,” aku Spalletti pada Sky Sports Italia. “Ketika dia menjabat tangan Anda, selalu dengan sedikit perasaan malu-malu, walau setelah ia memenangi pertandingan.”

“Saya memberikan pujian untuknya, dia hanya menyodorkan ujung tangan jadi saya meremasnya lebih keras. Dia menang, dia bisa senang. Dia tidak perlu takut-takut.”

Dengan kekalahan ini Inter Milan gagal naik peringkat ke posisi ketiga, melewati duo klub ibukota dan Luciano Spalletti menegaskan bahwa keberuntungan tidak berpihak kepada anak asuhnya.

“Di dunia sepak bola, ada waktunya ketika segala sesuatunya berjalan tidak sesuai keinginan,” tambah Spalletti. “Tapi kami memang kurang bermain baik dalam hal olah bola dan penguasaan bola, dan membiarkan Torino melancarkan serangan balik terlalu banyak, yang menguras tenaga kami.”

“Kami harus bisa mengontrol pertandingan lebih baik lagi, untuk menahan gempuran lawan. Ketika segalanya sesuatunya tidak berjalan dengan baik, terkadang Anda tidak memaksakan diri untuk meraih hasil yang baik.”