Breaking News : Napoli Gagal Lolos ke Liga Champions, Gennaro Gattuso Dipecat!

Gilabola.com – Napoli secara resmi telah memutuskan hubungan kerja dengan pelatih kepala Gennaro Gattuso setelah klub menyia-nyiakan kesempatan finish di empat besar dan gagal lolos ke Liga Champions musim depan.

Napoli memasuki laga pamungkas Serie A dengan berada di urutan keempat klasemen dan kemenangan atas Hellas Verona akan menjamin mereka lolos ke Liga Champions sembari mengorbankan Juventus yang berada di peringkat kelima.

Sayang ketika AC Milan berhasil mengalahkan Atalanta dengan skor 0-2 di Bergamo dan Juventus membekuk Bologna dengan kemenangan telak 1-4 di Renato Dall’Ara, Partenopei justru hanya bermain imbang 1-1 melawan Verona di Stadion Diego Armando Maradona pada Senin (24/5) dini hari WIB.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Sebenarnya bek Amir Rrahmani sempat membawa Napoli berada di atas angin lewat golnya menit ke-60 usai memanfaatkan kemelut di depan gawang usai situasi sepak pojok, sayang tuan rumah kemudian kebobolan lewat gol Marco Faraoni hanya sembilan menit berselang.

Channel Gilabola di Youtube

Hasil imbang ini akhirnya tak cukup membawa tim kota Naples ini untuk finish di empat besar karena harus tergusur oleh Juventus, dan kegagalan ini akhirnya harus dibayar mahal oleh manajer Gennaro Gattuso yang harus kehilangan pekerjaannya di Stadion Diego Armando Maradona.

Tak lama setelah hasil imbang kontra Verona itu, presiden Aurelio De Laurentiis mengonfirmasi keluarnya Gennaro Gattuso, yang sebenarnya juga sudah dikaitkan dengan pekerjaan di Fiorentina di antara klub-klub Italia lainnya.

“Dear Rino, saya senang telah menghabiskan hampir dua musim bersama Anda,” tweet Aurelio de Laurentiis.  “Kami sangat berterima kasih atas pekerjaan Anda, semoga sukses kemanapun Anda pergi. Pelukan untuk istri dan anak-anak Anda juga.”

Gennaro Gattuso memenangkan 46 dari 81 pertandingannya sebagai juru taktik Napoli, memberinya persentase kemenangan 56,8 persen – lebih baik dari Rafael Benitez (52,7 persen) dan Carlo Ancelotti (52,1 persen), tetapi lebih buruk dari Ottavio Bianchi (56,9 persen) dan Maurizio Sarri (66,2 persen).

AHABET
AHABET