Brescia Bela Presiden Usai Komentari Rasis Balotelli

Brescia Bela Presiden Usai Komentari Rasis Balotelli

Gilabola.com – Brescia bela Presiden klub Liga Italia mereka usai komentari rasis Mario Balotelli. Maksud sang presiden hanya bercanda belaka.

Presiden Brescia Massimo Cellino dilaporkan FMD dalam sorotan dan kritik renyah pada hari Senin waktu setempat usai komentari Balo dengan kalimat berbau rasis. Hal banjir kritik setelah menggambarkan situasi sulit Mario Balotelli, di klub Serie A yang dipromosikan sebagai ‘hitam’.

Balo tidak dimainkan di laga kekalahan klub skor 3-0 atas Roma pada hari minggu setelah bentrok dengan pelatih baru Fabio Grosso. Ia bersitegang karena dinilai kurang serius selama sesi latihan.

“Apa yang kalian ingin saya komentari tentang dia (Balotelli)?” ujar Cellino dengan lelah hati. “Bahwa dia hitam, dia bekerja untuk membersihkan semuanya, tetapi dia memiliki banyak kesulitan di sini.”

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Cellino mengucapkan hal itu untuk membuat sebuah permainan kata-kata dalam bahasa Italia. Kata ‘Nero’ yang berarti ‘hitam’ atau ‘suram’ dan ‘schiarirsi’ untuk istilah ‘meringankan masalah’ atau ‘membereskan masalah’. Meski maksudnya sederhana, namun dampak salah paham yang terjadi cukup serius hingga mendapatkan respon negatif dari banyak pihak.

Pihak klub kemudian mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa komentar Cellino ‘jelas merupakan lelucon paradoks saja, jelas telah disalahpahami, dibuat dalam upaya untuk merendakan eksposur media yang berlebihan dan dimaksudkan (diucapkan) untuk melindungi pemain sendiri’.”

Brescia masih percaya pada Mario Balotelli

Awal bulan ini juga, sang mantan penyerang Inter Milan, Manchester City dan Liverpool telah menjadi sasaran lagu rasis saat kekalahan lawan Hellas Verona. Balo emosi jiwa dan mengancam untuk berjalan keluar lapangan.

Cellino mengatakan bahwa sang striker tidak harus disalahkan jika tim masih kesulitan untuk bangkit. “Kita tidak bisa berpikir bahwa seorang pemain saja yang bisa menyelamatkan satu tim, yang jelas akan salah bagi tim.”

“Saya menandatanganinya karena dia cukup tinggi, dia binatang dan dia masih berada dalam usia yang bisa memberikan sesuatu di lapangan sepak bola (mencetak gol), bukan untuk eksis di media sosial saja.”

“Tetapi dia tidak bisa dijadikan sebagai kambing hitam untuk situasi sulit di klub ini. Jika kita terus bicara tentang hal ini, kami malah menyakitinya dan kami menyakiti diri kami sendiri.”