Christian Eriksen dan Punahnya Pemain Nomor 10 Di Sepakbola Modern!

Christian Eriksen playmaker Inter Milan

Gilabola.com – Baru setengah musim gabung di Inter Milan, gelandang Christian Eriksen sudah dilaporkan akan dijual klub Serie A tersebut di musim panas ini, menurut berbagai laporan.

Sebelumnya Nerazzurri mendatangkan Christian Eriksen sang playmaker asal Denmark dari Tottenham Hotspur pada Januari 2020 lalu dengan biaya transfer sekitar 474 milyar rupiah dan dikontrak hingga musim panas 2024.

Sayang sejak kedatangannya pada musim dingin lalu, gelandang berusia 28 tahun ini hanya turun 8 kali sebagai starter di Serie A dan dua kali di Liga Europa, hanya menghasilkan 4 gol dan 3 assist bagi Inter Milan.

Kini dengan perannya yang kurang signifikan di bawah asuhan Antonio Conte, Christian Eriksen sudah masuk dalam daftar jual musim panas Inter kendati baru enam bulan membela Nerazzurri.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Sebenarnya, transfer playmaker Denmark sejak awal memang terasa aneh karena bos Italia mengadopsi formasi 3-5-2 di Inter Milan, yang sama sekali tidak membutuhkan pemain bertipe gelandang serang seperti eks Spurs itu.

Dalam formasi 3-5-2 ala mantan bos Chelsea dan Juventus itu, gelandang pekerja keras lebih dibutuhkan, umumnya tiga gelandang sentral diisi oleh satu gelandang bertahan dan dua gelandang box to box.

Makanya juru taktik 51 tahun itu lebih suka bermain dengan para pemain seperti Marcelo Brozovic, Roberto Gagliardini, dan Nicolo Barella di lini tengah ketimbang Christian Eriksen yang lebih memiliki nama besar.

Sementara tak mengherankan kini Inter Milan rela menjual gelandang Denmark itu di musim panas ini demi nafsu sang manajer Antonio Conte untuk bisa mendatangkan gelandang box to box Barcelona, Arturo Vidal.

Mirisnya, pemain trequartista, seorang seniman sepakbola dengan bakat spesial sebagai pengatur jalannya laga yang pernah menjadi primadona di eranya, perlahan memang mulai tergerus perannya di sepakbola modern ini.

Peran trequartista yang biasanya diisi para genius pemalas yang tidak suka berjibaku merebut bola dan membantu pertahanan sekarang mulai tidak laku di sepakbola modern.

Di sepakbola modern, gelandang bertipe pekerja dan box to box lebih disukai dalam taktik 4-3-3 yang sekarang menjamur dan digunakan kebanyakan tim, selain variasi taktik 3-4-3 atau 3-5-2.

Oleh karena itu pemain nomor 10 sekarang mulai banyak tersingkir dari skuad, lihat saja seperti Mesut Ozil yang bahkan jarang masuk ke dalam skuad Arsenal, saat mantan manajer Unai Emery mengakui sulit mengakomodasi pemain bertipe seperti playmaker Jerman itu, sementara Paul Merson malah menyebut Eriksen sebagai pemain terburuk tanpa bola.

Pemain bertipe nomor 10 lainnya macam James Rodriguez dan Isco di Real Madrid tak jauh berbeda, praktis hanya Kevin de Bruyne di Manchester City atau Bruno Fernandes di Manchester United yang sekarang terlihat menonjol di peran ini karena terbantu taktik 4-2-3-1 yang diadopsi para manajer mereka, selain fleksibilitas kedua gelandang itu yang juga bisa bermain sebagai gelandang sentral atau bahkan bermain lebih melebar.

Sekarang ini, sulit sekali menemukan pemain dengan karakter nomor 10 asli dan peran trequartista nyaris jarang digunakan oleh berbagai klub sepak bola. Sekalipun ada, mereka umumnya harus mau bermain adaptif sesuai dengan taktik dan kebutuhan tim. Makanya umumnya mereka harus bisa bermain lebih dari satu posisi demi mendapatkan tempat di sepakbola modern sekarang ini.