Site icon Gilabola.com

Como 1907, Klub Sentuhan Indonesia Yang Acak-Acak Serie A Hanya Dalam Dua Musim

Como 1907 jadi tim papan atas Serie A

Kenaikan spektakuler Como ke jajaran elite Serie A dalam waktu hanya dua musim kini menjadi salah satu kisah paling fenomenal di sepak bola Italia, terutama setelah kemenangan dramatis 2-1 atas AS Roma pada Minggu malam (15/3/2026).

Di bawah arahan taktis Cesc Fabregas, tim berjuluk I Lariani ini sukses mendobrak kemapanan tim-tim besar dan kini mantap menghuni posisi empat besar klasemen sementara.

Di saat Como menang atas AS Roma, AC Milan melewatkan peluang penting untuk memperkecil selisih poin dengan pemuncak klasemen Serie A, Inter Milan. Rossoneri harus menerima kekalahan 0-1 saat bertandang ke markas Lazio pada pertandingan yang berlangsung Senin dinihari tadi.

Hasil tersebut membuat Inter tetap berada di posisi teratas dengan keunggulan delapan poin. Sebelumnya, Inter hanya bermain imbang 1-1 melawan Atalanta pada laga sehari sebelumnya.

Pelatih Milan, Massimiliano Allegri, menegaskan bahwa pembicaraan mengenai peluang meraih gelar juara terlalu dini. Ia meminta timnya tetap fokus pada target realistis musim ini, yakni memastikan tempat di Liga Champions.

Menurut Allegri, timnya telah menunjukkan perkembangan positif sepanjang musim. Namun ia mengingatkan bahwa fokus utama harus tetap pada upaya menjaga posisi di empat besar agar tidak merusak pencapaian yang sudah dibangun.

Saat ini, Milan masih unggul tujuh poin dari Juventus yang berada di posisi kelima dalam perebutan tiket Liga Champions.

Gol tunggal dari Gustav Isaksen pada babak kedua memastikan kemenangan bagi Lazio di Stadion Stadio Olimpico.

Comeback Como Buat Raksasa Serie A Panik!

Pada pertandingan lain, Como mencatat kemenangan penting setelah membalikkan keadaan untuk menundukkan AS Roma dengan skor 2-1. Roma harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.

Roma sempat unggul lebih dulu melalui eksekusi penalti Donyell Malen di awal pertandingan.

Namun Como berhasil menyamakan kedudukan menjelang satu jam pertandingan lewat gol Anastasios Douvikas.

Tak lama berselang, Diego Carlos menebus kesalahannya setelah sebelumnya menyebabkan penalti di babak pertama. Ia mencetak gol kemenangan sekitar 20 menit setelah gol penyama kedudukan.

Momentum pertandingan berubah ketika bek Roma, Wesley França, menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran terhadap Assane Diao.

Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, menyatakan ketidakpuasannya terhadap keputusan tersebut. Ia menilai pemainnya tidak melakukan pelanggaran yang layak mendapat kartu kedua.

Gasperini juga menilai situasi seperti itu kerap terjadi ketika timnya menghadapi Como.

Kemenangan tersebut membuat tim asuhan Cesc Fàbregas semakin kokoh di peringkat keempat klasemen Liga Italia.

Como kini unggul satu poin atas Juventus dan memiliki selisih tiga poin dari Roma dengan sembilan pertandingan tersisa musim ini.

Fàbregas memuji semangat serta mentalitas para pemainnya, namun ia juga mengingatkan agar tim tidak terlena oleh kemenangan tersebut. Ia menegaskan bahwa skuadnya masih muda dan masih banyak hal yang harus dipelajari.

Pencapaian ini menjadi kisah menarik bagi Como, klub yang sebelumnya pernah mengalami beberapa kali kebangkrutan sebelum akhirnya diambil alih oleh kelompok tembakau Djarum pada tahun 2019.

Posisi Klasemen Como di Serie A

Como kini benar-benar menjadi salah satu tim yang menjadi pennantang di Serie A, ini terbukti dari posisi klasemen mereka saat ini. Semenjak promosi pada musim 2024/2025, Como hanya butuh waktu dua musim berjalan untuk berada di papan atas Serie A.

Berikut adalah tabel klasemen Serie A terbaru untuk posisi 5 teratas berdasarkan data pertandingan terakhir (per 16 Maret 2026), dengan sorotan khusus pada klub Como yang baru saja menembus zona Liga Champions.

Pos Klub P M S K Poin
1 Inter Milan 29 22 5 2 71
2 AC Milan 29 19 6 4 63
3 Napoli 29 17 7 5 58
4 Como 29 15 8 6 53
5 AS Roma 29 15 7 7 52

Ini menunjukkan perkembangan pesat dan bukan hanya tim kejutan yang promosi lalu menghilang di musim berikutnya. Apakah akan membuat raksasa Serie A lainnya panik? Jelas!

Exit mobile version