Conte : Saya Awalnya Ogah Latih Inter, Skuadnya Nggak Kompetitif Buat Jadi Juara!

Gilabola.com – Antonio Conte mungkin akan sangat diingat dalam sejarah Inter Milan usai membawa mereka mengakhiri penantian 11 tahun gelar Serie A mereka dan mengakhiri sembilan tahun dominasi Juventus, tapi bos Italia itu awalnya tak ingin mengambil pekerjaan di Giuseppe Meazza.

Antonio Conte mengungkapkan bahwa awalnya dia sempat enggan untuk mengambil pekerjaan manajerial di Inter Milan, menganggap skuad mereka kala itu tidak cukup kompetitif untuk memenangkan gelar, dan juga karena tim ini merupakan rival utama Juventus.

Nerazzurri akhirnya ditasbihkan sebagai juara Serie A Italia untuk musim 2020/2021 ketika hasil imbang 1-1 Atalanta di kandang Sassuolo memastikan bahwa secara matematis tak akan ada lagi tim yang bisa mengejar perolehan poin mereka di puncak klasemen dengan hanya empat laga tersisa.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Berbicara dengan 90 Minuto di Rai 2 setelah hasil imbang Atalanta melawan Sassuolo yang memastikan gelar Inter Milan tersebut, Antonio Conte mengaku senang dengan pencapaian timnya, mengatakan, “Kami akan tidur malam ini dengan sangat senang dengan apa yang telah kami capai. Kami senang untuk kami, untuk orang-orang yang bekerja untuk membawa Inter kembali ke jalur kemenangan, untuk para fans. Kami pasti akan merasa lebih rileks sekarang.”

Antonio Conte dan Beppe Marotta merupakan duo penting yang memulai kemenangan scudetto beruntun di Juventus 10 tahun lalu dan sekarang keduanya yang mengakhiri dominasi mantan tim mereka dengan memberi Inter gelar pertama mereka dalam 11 tahun.

“Saya menempatkannya di antara kesuksesan terpenting dalam karir saya,” tambah manajer berusia 51 tahun. “Itu sulit, karena bukanlah pilihan yang mudah bagi saya untuk datang ke Inter Milan, pada saat tim tidak kompetitif atau memiliki sumber daya untuk mencapai sesuatu yang penting.”

“Ditambah saya pergi ke klub yang menjadi rival utama Juventus, di mana saya bermain selama bertahun-tahun, dan yang mendominasi liga. Ada banyak situasi negatif yang saya alami. Tapi saya akhirnya menerima tantangan dengan semangat yang besar, dan saya pikir kerja keras membayar semua pengorbanan itu.”

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO