AC Milan menjaga asa dalam perburuan gelar juara Liga Italia musim ini setelah meraih kemenangan penting atas rival sekotanya, Inter Milan. Dalam laga Derby della Madonnina yang berlangsung di Stadion San Siro pada Senin dinihari tadi, Rossoneri menang tipis 1-0 dan memangkas selisih poin di papan klasemen menjadi tujuh angka.
Gol tunggal yang menentukan kemenangan Milan dicetak oleh Pervis Estupinan pada babak pertama. Hasil tersebut membuat tim asuhan Massimiliano Allegri tetap menjaga peluang dalam perebutan Scudetto hingga pekan-pekan akhir musim.
Kemenangan ini juga memperpanjang catatan impresif Milan atas Inter. Rossoneri kini tidak terkalahkan dalam tujuh pertemuan terakhir melawan rival sekotanya di semua kompetisi.
Gol Estupinan Jadi Pembeda
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Kedua tim sama-sama berusaha mengambil inisiatif serangan, namun Milan mampu tampil lebih efektif.
Gol kemenangan akhirnya tercipta sekitar sepuluh menit sebelum turun minum. Berawal dari kerja sama tim yang rapi, Youssouf Fofana mengirimkan umpan terobosan akurat yang disambut Pervis Estupinan.
Bek asal Ekuador itu langsung melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihentikan kiper Inter. Gol tersebut menjadi yang pertama bagi Estupinan bersama Milan sekaligus memberi keunggulan penting bagi tuan rumah.
Pertahanan Solid Milan di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Inter mencoba bangkit dan mendominasi penguasaan bola. Namun pertahanan Milan tampil sangat disiplin sehingga sulit ditembus.
Inter sebenarnya mendapatkan peluang emas pada menit ke-54. Federico Dimarco menerima umpan tarik dari Henrikh Mkhitaryan, tetapi tembakannya melambung di atas mistar gawang.
Meski terus menekan hingga akhir pertandingan, Inter gagal menciptakan peluang yang benar-benar berbahaya. Milan pun berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.
Allegri: Peluang Gelar Masih Terbuka
Pelatih Milan Massimiliano Allegri mengakui bahwa Inter masih menjadi favorit juara. Namun kemenangan di derby ini membuat persaingan kembali menarik.
Menurut Allegri, kompetisi masih panjang dan segala kemungkinan bisa terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
Ia menilai perebutan gelar akan mulai benar-benar ditentukan memasuki fase akhir musim.
Bagi Inter, kekalahan ini mengakhiri catatan delapan kemenangan beruntun mereka di Serie A. Pelatih Cristian Chivu mengakui timnya tampil kurang dinamis dan gagal menemukan ritme permainan.
Meski masih memimpin klasemen dengan selisih tujuh poin, Inter kini harus bekerja lebih keras untuk memastikan gelar liga musim ini.
Tim berjuluk Nerazzurri sebelumnya hampir membuka jarak hingga 13 poin jika mampu menang di derby, terutama dengan hanya 10 pertandingan tersisa.
Meski kalah, Inter masih berada di jalur yang tepat untuk merebut kembali gelar Serie A yang musim lalu dimenangkan Napoli. Namun kemenangan Milan membuat tekanan kembali meningkat di papan atas.
Menariknya, sejarah mencatat tidak ada klub Milan yang pernah menjuarai Serie A dalam musim ketika mereka kalah di kedua derby. Fakta tersebut membuat hasil pertandingan ini semakin penting bagi perjalanan kedua tim.
Roma Tersandung, Persaingan Zona Liga Champions Memanas
Sementara itu, hasil kurang baik juga dialami AS Roma. Tim ibu kota Italia tersebut harus menelan kekalahan 1-2 saat bertandang ke markas Genoa.
Gol Vitinha di akhir pertandingan memastikan kemenangan bagi tuan rumah. Kekalahan ini membuat Roma terlempar dari posisi empat besar klasemen.
Posisi terakhir zona Liga Champions kini ditempati Como yang sebelumnya menang atas Cagliari dan unggul selisih gol.
Roma sendiri dijadwalkan bertandang ke markas Como pada pekan depan dalam laga yang berpotensi menjadi penentu penting dalam perebutan tiket kompetisi Eropa.

