Dicemberuti Ronaldo, Pelatih Juventus Jelaskan Apa yang Terjadi

Dicemberuti Ronaldo, Pelatih Juventus Jelaskan Apa yang Terjadi

Dicemberuti Ronaldo di depan ratusan juta penonton TV, pelatih Juventus Maurizio Sarri menjelaskan apa yang terjadi. Sang manajer Italia berkilah, Ronaldo cedera.

Ini merupakan peristiwa yang menjadi trending topic di Italia dan Portugal. Cristiano Ronaldo untuk kali kedua dalam waktu satu pekan, ditarik keluar oleh manajer Juventus Maurizio Sarri. Tentu itu bukan kemauan CR7. Bintang Portugal itu pasang muka asem saat ditarik keluar, langsung berjalan ke kamar ganti dan kemudian meninggalkan stadion sebelum laga Juventus vs AC Milan usai. Di mata pelatih dan klub, pulang sebelum bubarnya pertandingan merupakan sebuah pemberontakan dan memperlihatkan tidak adanya rasa hormat.

Tapi sang pelatih punya alasan sendiri, yang entah benar atau tidak, soal menarik keluar striker Bianconeri itu, dicemberuti Ronaldo, dan pulang sebelum saatnya. Maurizio Sarri mengatakan Juventus “hanya bisa berterima kasih” kepada sang bintang karena berusaha keras untuk bermain sementara menderita cedera lutut yang terus berulang.

Bianconeri membutuhkan sebuah kemenangan untuk kembali merebut posisi puncak klasemen Serie A, sebelum masuk ke jeda internasional, setelah kemenangan Inter di Hellas Verona. La Vecchia Signora berhasil meraih tiga poin atas Milan tadi malam setelah mengganti sang bintang Portugal dengan Paulo Dybala.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Tadi malam Sarri menarik keluar Ronaldo pada menit 54, beberapa hari setelah juga mengganti pemain yang sama saat laga Liga Champions melawan Lokomotiv Moscow, sebuah keputusan yang sepertinya tidak disukai CR7.

Ronaldo Tidak Sehat, kata Sarri

“Kami semua harus berterima kasih kepada Ronaldo, karena dia membuat pengorbanan untuk berada di [atas lapangan] sana malam ini dalam situasi yang sulit (cedera). Dia melakukan segala yang mungkin, tetapi saya melihat dia tidak sehat dan yang terbaik adalah menariknya keluar,” kata Sarri kepada Sky Sport Italia. “Sudah sewajarnya seorang pemain akan kesal meninggalkan lapangan, terutama ketika dia bekerja sangat keras untuk berada di sana. Selama sebulan terakhir, ia memiliki masalah kecil di lutut ini, ia terkena memar dalam pelatihan dan itu merusak ligamen kolateralnya. Ketika dia berlatih dengan intensitas tinggi atau saat bertanding, itu menjadi tidak seimbang, jadi dia mengimbanginya dengan kompensasi berlebihan dan itu merusak otot betis serta pahanya.”

“Itu mempengaruhi penampilannya dan dia tidak dalam kondisi terbaiknya saat ini. Semua pemain berusaha memberikan yang terbaik akan memiliki setidaknya lima menit rasa kesal ketika mereka digantikan, tetapi seorang pelatih malah akan jauh lebih khawatir jika dia tidak tampak kesal.”

Juventus berada di puncak klasemen lagi, tetapi sekali lagi mereka hanya berhasil menang dengan selisih satu gol. “Saya menyukai semangat tim, tetapi kami harus meningkatkan kualitas dalam hal ini, karena kami melakukan terlalu banyak kesalahan, memberikan bola secara gratis dan membuka ruang bagi Milan [untuk menyerang]. Rasa lapar dan tekad untuk menang adalah apa yang membuat kami terus maju.”

“Milan memiliki tembakan ke arah gawang, tetapi hampir semua upaya terjadi dari luar kotak penalti. Mereka memiliki kualitas umpan yang mengesankan, bermain jelas di atas level kinerja rata-rata musim ini dan memiliki teknik yang kuat.”