Dipecat, Maurizio Sarri Marah Pada Napoli

Laporan dari Italia mengklaim mantan pelatih Liga Italia Napoli, Maurizio Sarri, 59 tahun, tidak senang dengan caranya dipecat dari klub kota Naples itu.
Berita Terkini - Laporan dari Italia mengklaim mantan pelatih Liga Italia Napoli, Maurizio Sarri, 59 tahun, tidak senang dengan caranya dipecat dari klub kota Naples itu.

Laporan dari Italia mengklaim mantan pelatih Liga Italia Napoli, Maurizio Sarri, 59 tahun, tidak senang dengan caranya dipecat dari klub kota Naples itu.

Dikonfirmasi kemarin bahwa Carlo Ancelotti akan menggantikan Maurizio Sarri di bangku pelatih untuk musim depan, dan tampaknya manajer berusia 59 tahun itu telah secara efektif dipecat oleh Napoli guna memberi jalan bagi mantan pelatih Chelsea dan Real Madrid tersebut.

Menurut Il Mattino, Sarri merasa tidak senang dengan caranya dipaksa pergi dari ‎Partenopei.

“Saya tidak layak untuk dipecat seperti ini, menontonnya di TV,” kata Sarri kepada teman-teman di Varcaturo saat dia mengemasi barang ke mobilnya. “Selama tiga tahun saya di Napoli, saya harus menelan semuanya.”

Advertisement
Pulsa Gratis
Pulsa Gratis
RatuCasino77
RatuCasino77

Sarri dua kali memecahkan rekor raihan poin klub di Liga Italia, mencapai 91 angka musim ini, tetapi tidak memenangkan trofi selama tiga musim dengan Partenopei.

Sementara itu Sarri tampaknya berada di posisi terdepan untuk mengambil alih jabatan pelatih di Chelsea setelah The Blues dilaporkan akan memecat Antonio Conte meski ia telah membawa mereka memenangkan Piala FA pada akhir pekan kemarin.

Selain mantan bankir yang beralih karir jadi pelatih bola tersebut, Chelsea juga telah dikaitkan dengan Luis Enrique dan Massimiliano Allegri. Tetapi The Daily Mail mengatakan Sarri sangat ingin menjadi manajer klub asal London barat tersebut.

Sarri juga telah dikaitkan dengan jabatan pelatih di Zenit St Petersburg. Namun ia lebih memilih Chelsea.

The Daily Mail mengatakan pemilik The Blues Roman Abramovich terus mengulur-ulur waktu untuk memecat Conte. Mantan pelatih Juventus itu telah berulang kali membuat marah para petinggi klub dengan mengkritik direksi Chelsea di depan umum.

Namun Abramovich harus ekstra berhati-hati untuk memberhentikannya karena dia tahu dia kemudian harus membayar 9 juta pound (171 miliar rupiah) sebagai kompensasi pemotongan kontrak.