Roma membuka musim baru Liga Italia dengan cara yang spektakuler! Fiorentina dihajar habis-habisa hingga 4-0 dalam laga pembuka Serie A, Paulo Dybala tampil sebagai pengatur serangan sementara Donyell Malen menjadi eksekutor utama. Mengerikan!
Ini baru awal dari kebangkitan mereka, karena Roma datang ke pertandingan ketika aktivitas transfer klub masih menyita perhatian. Mereka sedang menuntaskan peminjaman Jayden Oosterwolde dari Fenerbahçe dan masih memburu winger kiri yang diinginkan Gian Piero Gasperini.
Ada pula kehilangan Nahuel Molina di menit-menit terakhir serta debut Rodrigo Mora, pemain yang baru didatangkan dari Porto. Tapi semua itu ternyata tidak mengganggu Roma.
Justru sejak awal pertandingan, Giallorossi langsung mengambil kendali.
Roma Langsung Menekan Fiorentina
Dybala menjadi pusat permainan Roma. Pergerakannya sulit dibaca, sementara Rodrigo Mora menunjukkan kontrol bola yang membuat lini belakang Fiorentina kerepotan.
Roma bahkan melepaskan lima tembakan tepat sasaran dalam 20 menit pertama. Evan Ndicka juga aktif membantu serangan lewat pergerakannya dari lini belakang.
Tekanan tinggi membuat Fiorentina kesulitan keluar dari wilayah pertahanan sendiri. Roma terus memaksa lawannya bertahan dan nyaris tidak memberikan ruang untuk membangun serangan.
Cara bermain itu juga mengingatkan pada sepak bola agresif yang pernah diterapkan Gasperini ketika masih menangani Atalanta.
Namun tekanan saja tidak cukup. Roma juga mampu mengubah dominasi menjadi gol.
Dybala dan Malen Kombinasi Mematikan
Gol pertama menjadi gambaran jelas bagaimana hubungan Dybala dan Malen bekerja.
Dybala membawa bola melewati kotak penalti dan menarik perhatian empat pemain Fiorentina. Situasi tersebut membuka ruang di dekat titik penalti.
Dybala kemudian memberikan bola kepada Malen. Penyerang asal Belanda itu mengecoh David de Gea dengan sentuhan tumit sebelum melepaskan diri dari kawalan Dodo dan mencetak gol.
Setelah unggul, Roma tidak perlu terburu-buru.
Mereka tetap mengontrol pertandingan dan kembali menemukan celah di babak kedua.
Salah satu momen terbaik lahir dari umpan Mario Hermoso kepada Dybala. Bola dikirim dengan presisi melewati lini belakang Fiorentina.
Dybala kemudian mengarahkannya kepada Malen. Sang penyerang melaju menghadapi Radu Dragusin sebelum melepaskan tembakan keras ke tiang dekat yang tidak mampu dihentikan De Gea.
Koneksi keduanya kembali menghasilkan gol pada menit ke-60.
Dybala melakukan pergerakan ke tiang dekat di sisi kiri De Gea sebelum mengirim umpan mendatar. Malen berada di posisi yang tepat untuk menyelesaikannya.
Tiga assist Dybala menjadi salah satu catatan paling mencolok dari kemenangan tersebut.
Gasperini Beri Kesempatan Pemain Lain
Setelah keunggulan Roma sulit dikejar, Gasperini mulai mengosongkan bangku cadangan.
Santiago Castro dan Konstantinos Koulierakis mendapatkan debut bersama klub. Kemudian pada menit ke-79, Neil El Aynaoui dan Niccolo Pisilli ikut masuk.
Pisilli tidak membutuhkan waktu lama untuk meninggalkan jejak.
Pada menit ke-86, ia memanfaatkan bola yang berubah arah setelah terkena defleksi di dalam kotak penalti untuk melengkapi kemenangan Roma menjadi 4-0.
Fiorentina sendiri nyaris tidak mampu memberikan respons berarti. Pertahanan Roma yang dikawal Ndicka, Hermoso dan Gianluca Mancini membuat serangan La Viola kesulitan berkembang.
Roma bahkan membatasi Fiorentina hanya memiliki delapan sentuhan di area sepertiga akhir.
Opini
Roma mendapatkan apa yang mereka butuhkan dari laga pertama musim ini: bukan sekadar tiga poin, tetapi sebuah pernyataan.
Aktivitas transfer yang belum sepenuhnya selesai sempat membuat situasi klub terlihat kurang ideal. Namun di lapangan, Roma justru tampil sangat meyakinkan.
Dybala terlihat menjadi pemain yang mampu menghubungkan banyak hal. Malen memberikan ancaman langsung di depan gawang, sementara Rodrigo Mora ikut memberi warna dalam permainan.
Kemenangan 4-0 atas Fiorentina juga menunjukkan bahwa Roma tidak harus menunggu seluruh urusan transfer selesai untuk mulai terlihat sebagai tim yang kompetitif.
Kalau performa seperti ini bisa dipertahankan, Giallorossi punya alasan kuat untuk memasuki musim baru dengan kepercayaan diri tinggi.
Roma akan kembali bermain pada Senin berikutnya dengan menghadapi Lecce di kandang lawan.

