Empat Alasan Milan Berbahagia Usai Menang Jelang Laga Hidup Mati Lawan Liverpool di Liga Champions

AC Milan menang dan menguasai puncak klasemen Serie A, selang beberapa hari sebelum laga hidup mati melawan Liverpool di ajang Liga Champions. Apa pun hasil di ajang Eropa, kemenangan pada Sabtu malam (4/12) ini akan mengamankan posisi Stefano Pioli dari serangan para pendukung.

Dua gol, masing-masing dari Franck Kessie dan Alexis Saelemaekers pada menit kelima dan 18, mengamankan tiga poin dari pertandingan pekan ke-16 ini dan memberi mereka 38 poin yang cukup untuk menggusur Napoli dari puncak klasemen Liga Italia.

Ada banyak alasan Milan bergembira dengan kemenangan 2-0 lawan Salernitana di San Siro pada Sabtu malam tersebut. Pertama, mereka mengambil alih puncak klasemen. Kemungkinan posisi puncak ini akan bertahan cukup lama karena Napoli akan kebagian lawan sulit Atalanta beberapa jam lagi pada Minggu dinihari (5/12).

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Alasan kedua, kemenangan ini merupakan pembangkit semangat anak-anak Pioli sebelum laga Liga Champions yang harus mereka menangkan pada Rabu dinihari (8/12). Tiga poin berpotensi mengirim sang juara Eropa tujuh kali itu ke babak 16 besar, dengan syarat FC Porto pada jam yang sama gagal menang melawan tamunya, Atletico Madrid.

Ketiga, apa pun hasil di Eropa, Stefano Pioli sudah mengamankan dirinya dari kemarahan para pendukung. Nasib mereka di Liga Champions sangat bergantung pada hasil pertandingan lainnya, FC Porto versus Atletico Madrid. Kemenangan atas Salernitana ini akan menenteramkan sedikit kemarahan fans, apa pun hasil di Eropa.

Sang pelatih mendapatkan banyak cercaan usai dua kekalahan beruntun di kandang Fiorentina (4-3) dan kemudian saat menjamu Sassuolo (1-3), yang menyebabkan Rossoneri kehilangan 6 poin dalam pertarungan memperebutkan puncak klasemen Serie A.

AC Milan tampil sangat dominan pada laga melawan tim dasar klasemen ini, dengan penguasaan bola selama 90 menit mencapai 70 persen, melepaskan 22 percobaan gol dengan delapan tepat sasaran dan dua berubah menjadi gol. Bandingkan itu dengan tim penghuni dasar klasemen yang hanya bisa melepaskan enam percobaan serangan dan satu tembakan on target. Nihil gol.

Alasan keempat untuk bahagia adalah, mereka bisa mengirim pesan semangat pada Simon Kjaer. Salah satu adegan paling menyentuh perasaan adalah ketika pencetak gol kedua, Saelemaekers, berlari ke pinggir lapangan dan mengibarkan jersey No 24 milik Kjaer. Sang bek tengah asal Denmark itu harus absen selama enam bulan ke depan setelah menderita cedera otot lutut pada kemenangan 0-3 di Genoa, saat ia ditarik keluar pada menit keempat.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO