Fans Napoli Ditangkap Karena Bunuh Fans Inter Milan

Fans Napoli Ditangkap Karena Bunuh Fans Inter Milan

Gilabola.com – Fans Napoli ditangkap karena bunuh seorang fans Inter Milan. Momen ini menjadi catatan kelam bagi dunia bola Liga Italia.

Seorang fans Napoli yang merupakan ‘ultra’ setia dilaporkan Fox Sports telah ditangkap. Ia ditangkap dengan tuduhan mengerikan membunuh pendukung Inter Milan yang tewas menyusul bentrokan di luar San Siro menjelang pertandingan Serie A pada bulan Desember 2018 dahulu kala.

Adalah Fabio Manduca, seorang penggemar Partenopei yang kini berusia 39 tahun, dituduh mengendarai SUV yang telak menabrak Daniele Belardinelli. Suporter lawan yang ia tabrak tersebut adalah seorang berusia 35 tahun, fans Inter yang meninggal pada tanggal 26 Desember.

Manduca, yang ternyata memiliki catatan kriminal yang cukup panjang, lantas didakwa dengan tuduhan pembunuhan sukarela. Jaksa percaya bahwa Manduca memiliki hubungan dengan sindikat kejahatan ternama, Camorra.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Manduca tidak kooperatif dan terus menolak untuk menjawab pertanyaan oleh pihak berwenang untuk penyelidikan 10 bulan. Hal itu bisa memberatkan proses pengadilan yang akan ia lakoni.

Napoli dan klub Italia lainnya ingin lawan aksi rasisme

Sebelumnya, pertandingan tersebut juga dirusak oleh nyanyian rasis yang menargetkan bek Kalidou Koulibaly. Ejekan rasis terhadap Koulibaly masuk dalam daftar panjang kasus rasisme di dunia bola Serie A.

Pada bulan Maret, 5 fans Inter termasuk pemimpin klub ‘ultra’ Marco Piovella dan Nino Ciccarelli telah dijatuhi hukuman hingga hampir empat tahun. Mereka dihukum karena berperan dalam terjadinya bentrokan antar kedua kubu suporter dengan basis massa besar tersebut.

Pertandingan itu adalah pertama kalinya dalam sejarah Serie A yang berlangsung pada tanggal 26 Desember di hampir 50 tahun. Musim ini, gelaran Liga Italia kembali ke liburan tradisional istirahat tanpa permainan antara Natal dan tahun baru. Mereka akan terus mengupayakan perang terhadap aksi rasisme dan kejahatan antar suporter di negara tersebut.