Gennaro Gattuso Memaki Bakayoko Usai Laga AC Milan

Gennaro Gattuso Memaki Bakayoko Usai Laga AC Milan

Gilabola.com – Gennaro Gattuso habis-habisan memaki Tiemoue Bakayoko usai laga Liga Italia AC Milan vs Bologna. Pembangkangan sang pemain sudah lewati batas.

Pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso, memarahi Tiemoue Bakayoko tidak didepan publik dengan menggunakan bahasa kasar yang tidak bisa ia sampaikan di TV. Ia menegaskan adu argumen dengan sang pemain secara empat mata setelah laga lawan Bologna.

Sebelum pertandingan, Bakayoko sudah berulah dengan telat satu jam ke sesi latihan dengan alasan kehabisan bensin. Ia marah pada sang pelatih karena dijauhkan dari keluarganya selama lima hari, sama seperti pemain lainnya.

Laga lawan Bologna sendiri penuh dengan momen menegangkan. Lucas Paqueta diusir dari lapangan setelah bersitegang dengan wasit setelah diganjar kartu. Gattuso meminta Bakayoko pemanasan setelah Lucas Biglia cedera, namun ia membangkang dan membentak sang pelatih. Gattuso langsung memasukkan Jose Mauri.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Apa yang sudah terjadi adalah urusan kami dan hanya diselesaikan di ruang ganti. Saya meminta Bakayoko bersiap-siap, dia tidak mau segera memenuhi perintah, jadi saya memanggil Jose Mauri,” ujar Gattuso.

Gennaro Gattuso minta semua pemain AC Milan hormati klub dan rekan

“Kami menggenakan kostum berharga tinggi, saya harus jelas dan jujur. Saya menunggu sampai delapan menit dan dia bahkan tidak bersiap-siap. Saya sudah lama berkata kasar selama jadi pelatih dan harus berakhir di sini. Kita akan melihatnya lagi, ini semua soal rasa hormat.”

“Semua pemain bebas berkata apa saja kepada saya, tapi mereka tidak boleh kehilangan rasa hormat termasuk kepada rekan satu timnya dan kepada atmosfer ruang ganti. Kami masih punya prioritas seperti laporan perilaku pemain, siapa yang baik dan siapa yang nakal.”

“Siapa saja bisa menghina saya saat pertandingan, tapi lihat saja, kami akan bertemu di ruang ganti secara empat mata. Saya akan menyelesaikan semuanya di ruang ganti dengan bahasa saya sendiri, yang tidak bisa saya sampaikan di televisi. Jadi kami harus fokus pada kemenangan dan tidak buang-buang waktu dengan masalah seperti ini,” pungkasnya.