Kemenangan dramatis diraih oleh Genoa saat menaklukkan AS Roma dengan skor 2-1 dalam lanjutan Serie A. Hasil ini terasa spesial karena diraih oleh pelatih Daniele De Rossi, yang justru mengalahkan klub yang begitu lekat dengan kariernya, Serigala Roma.
Gol penalti Junior Messias membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-52 sebelum disamakan oleh Evan Ndicka tiga menit kemudian. Namun gol Vitinha di menit ke-80 memastikan kemenangan penting bagi Genoa.
Selain meraih tiga poin, kemenangan ini juga berdampak besar pada persaingan papan atas. Roma kini harus berbagi posisi keempat klasemen dengan Como 1907.
Roma Dilanda Masalah Cedera
Roma datang ke laga ini dengan fokus yang juga tertuju pada duel babak 16 besar UEFA Europa League melawan Bologna FC. Namun mereka juga membutuhkan kemenangan untuk menjaga posisi di empat besar Serie A.
Sayangnya, skuad Giallorossi sedang dilanda badai cedera. Paulo Dybala dan Evan Ferguson dipastikan harus menjalani operasi. Selain itu, Matias Soulé, Mario Hermoso, dan Artem Dovbyk juga absen, sementara Wesley menjalani hukuman suspensi.
Situasi tersebut membuat pemain muda 19 tahun Lorenzo Venturino mendapat kesempatan tampil sebagai starter melawan klub induknya.
Di sisi lain, Genoa juga tidak sepenuhnya ideal. Mereka kehilangan Tommaso Baldanzi yang cedera, sementara Brooke Norton-Cuffy dan Sebastian Otoa belum berada dalam kondisi terbaik.
Peluang Demi Peluang di Babak Pertama
Roma sempat memberikan ancaman lewat Donyell Malen yang berhasil melewati tiga pemain sebelum melepaskan tembakan yang diblok.
Sementara itu, kesalahan umpan dari Messias sempat menggagalkan peluang emas Jeff Ekhator yang sebenarnya berpotensi berhadapan langsung dengan kiper.
Malen juga mendapat kartu kuning setelah mencoba melakukan tendangan salto dari umpan silang Gianluca Mancini, tetapi justru mengenai kepala Leo Ostigard.
Peluang terbaik Genoa di babak pertama hadir menjelang turun minum. Caleb Ekuban menyambar umpan silang Messias sebelum Mancini, namun bola masih melambung dari jarak tujuh meter.
Penalti Messias dan Balasan Cepat Roma
Memasuki babak kedua, Roma memasukkan Bryan Cristante untuk menambah kekuatan lini tengah.
Namun kesalahan fatal terjadi ketika Lorenzo Pellegrini terpeleset dan menabrak Mikel Ellertsson di kotak penalti. Wasit langsung menunjuk titik putih.
Messias mengeksekusi penalti dengan sempurna, menendang keras ke tengah gawang tanpa mampu dihentikan kiper Mile Svilar.
Roma merespons dengan cepat lewat situasi sepak pojok. Sundulan Mancini sempat diblok Messias, tetapi bola justru jatuh ke kaki Ndicka yang menyundulnya ke gawang kosong. Gol ini menjadi gol ketiga beruntun sang bek dalam tiga pertandingan Serie A.
Vitinha Jadi Penentu
Roma sebenarnya sempat mencetak gol melalui Malen, namun dianulir karena offside saat menerima umpan dari Neil El Aynaoui.
Genoa akhirnya kembali memimpin pada menit ke-80. Situasi lemparan ke dalam menjadi awal serangan. Bola diturunkan oleh Lorenzo Colombo kepada Ruslan Malinovskyi yang kemudian mengirim umpan ke sisi kiri kepada Patrizio Masini.
Masini lalu mengirim umpan mendatar ke depan gawang yang disambut Vitinha dengan sliding untuk menceploskan bola ke gawang kosong dari jarak dekat.
Di akhir pertandingan, Roma hampir menyamakan kedudukan. Malen melepaskan tembakan yang tipis melebar, sebelum Svilar melakukan penyelamatan penting saat menghadapi serangan balik Malinovskyi.
Genoa pun memastikan kemenangan 2-1 yang sangat berarti.

