Hakan Calhanoglu Ungkap Alasan Tega Tinggalkan AC Milan, Membelot ke Inter Milan

Gilabola.com – Hakan Calhanoglu mengejutkan publik ketika dia secara mendadak tiba-tiba bergabung ke rival sekota AC Milan dan juara Serie A, Inter Milan, tapi kini playmaker Turki akhirnya angkat bicara perihal keputusannya.

Hakan Calhanoglu mengungkapkan bagaimana dia diyakinkan untuk keluar dari AC Milan dan membelot ke rival berat mereka Inter Milan, mengatakan bahwa Stefano Pioli adalah satu-satunya yang benar-benar menginginkan dirinya di sana.

Gelandang itu bergabung dengan Rossoneri dengan harga Rp 394 Milyar dari Bayer Leverkusen pada 2017 dan tampaknya hampir menandatangani kontrak baru ketika kontraknya berakhir per 30 Juni 2021, tapi keputusan mengejutkan tiba-tiba dibuatnya.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Hakan Calhanoglu tiba-tiba membelot dan bergabung ke Inter Milan dengan bebas transfer, saat juara Serie A sedang mencari gelandang serang baru untuk menggantikan Christian Eriksen yang dipertanyakan masa depannya usai mengalami masalah jantung selama Euro 2020.

“Wajar jika para fans marah, tetapi saya bukan yang pertama yang melakukan ini dan saya tidak akan menjadi yang terakhir, karena banyak pemain telah pergi dari Milan ke Inter, atau sebaliknya,” kata Hakan Calhanoglu kepada DAZN.

“Saya hanya ingin melihat masa depan saya, dengan segala hormat kepada Milan. Saya melakukan banyak hal untuk Milan selama empat tahun, saya menghormati semua orang, tetapi saya memiliki babak baru di Inter dan harus melihat ke depan sekarang.”

“Masalahnya adalah hanya Stefano Pioli satu-satunya yang benar-benar menginginkan saya di Milan. Saya berbicara dengannya berkali-kali, tetapi dia menghormati keputusan saya dan mendoakan yang terbaik untuk saya.”

Bergabung ke Inter Milan berarti Hakan Calhanglu harus beradaptasi dengan taktik baru dari 4-2-3-1 Stefano Pioli ke 3-5-2 yang biasa diterapkan manajer anyar Nerazzurri Simone Inzaghi, tapi playmaker Turki menegaskan bahwa bahwa itu bukanlah masalah baginya.

“Saya suka taktik ini, karena Luis Alberto mengambil peran ini untuk Simone Inzaghi di Lazio dan kami sangat mirip. Sekarang saya tidak sabar untuk menciptakan peluang bagi Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez.”

 

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO