Hendak Dipukul Manajernya Secara Fisik, Alasan Papu Gomez Terpaksa Tinggalkan Atalanta

Gilabola.com – Alejandro ‘Papu’ Gomez akhirnya angkat bicara soal alasannya keluar dari Atalanta yang cukup mengejutkan di pertengahan musim lalu, dan ternyata itu ada kaitannya dengan konfliknya dengan sang manajer.

Papu Gomez mengklaim dia meninggalkan Atalanta pada Januari karena manajernya Gian Piero Gasperini mencoba menyerang dirinya secara fisik di ruang ganti saat jeda pertandingan Liga Champions melawan Midtjylland.

Tuduhan, yang belum pernah dibuat sebelumnya, membantu menjelaskan mengapa gelandang internasional Argentina itu tiba-tiba keluar dari tim yang dia kapteni dan secara terbuka mencintainya.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Pemain berusia 33 tahun itu telah lama membela Atalanta sejak tahun 2014 ketika dia ditransfer dari Metalist senilai Rp 78 Milyar dan sejak itu telah membela klub dalam 252 penampilan, mencetak 59 gol dan 71 assist. Sayang bahwa konfliknya dengan sang manajer harus membuatnya keluar dari klub.

Papu Gomez mengatakan dia meminta presiden klub Antonio Percassi untuk transfer ketika manajer Gian Piero Gasperini menolak untuk meminta maaf kepadanya, tetapi dia mengklaim Antonio Percassi tidak akan mengizinkannya untuk bergabung dengan klub Serie A lainnya meskipun keinginannya untuk tetap di Italia.

“Saya tidak mematuhinya dalam indikasi taktis,” kata gelandang Argentina itu kepada surat kabar La Nacion tentang bagaimana kontroversi itu dimulai. “Masih ada 10 menit tersisa sampai babak pertama usai dan dia meminta saya bermain di kanan, sementara saya bermain sangat baik di kiri. Dan saya bilang tidak.”

“Setelah melakukan itu di tengah pertandingan, dia marah. Saya sudah tahu bahwa di babak pertama bahwa dia akan mengeluarkan saya, jadi dia akhirnya melakukannya. Tapi di ruang ganti saat turun minum, dia melampaui batas dan mencoba menyerang saya secara fisik.”

Pada akhirnya setelah konflik itu, Papu Gomez meminta ada pertemuan dengan presiden klub Antonio Percassi untuk meminta manajer Gian Piero Gasperini meminta maaf kepadanya, sementara dia juga meminta maaf dan mengakui bersalah sebagai seorang kapten.

Hanya saja tidak adanya permintaan maaf dari sang manajer membuat situasi memburuk dengan Papu Gomez sempat disingkirkan ke tim cadangan saat presiden Antonio Percassi  tidak bersedia meminta Gian Piero Gasperini meminta maaf pada pemainnya. Ujung pangkalnya, pemain Argentina itu kemudian dijual ke Sevilla setelah klub sempat menolak untuk menjualnya terutama ke sesama tim Italia.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO