Inter Milan Tak Bisa Diperbaiki, Luciano Spalletti Menyerah

Luciano Spalletti, manajer Inter Milan.
Luciano Spalletti, manajer Inter Milan.

Luciano Spalletti mengkritik klub Liga Italia Inter Milan asuhannya, mengatakan tak akan bisa memperbaiki tim itu melalui sesi latihan. Hal ini coba dilakukannya sepanjang musim.

Dalam laga imbang Inter Milan 0-0 melawan Napoli, Senin (12/03) dini hari, mereka memiliki peluang-peluang terbaik. Satu di antaranya saat sundulan Milan Skriniar mengubah arah tendangan bebas Joao Cancelo meluncur ke atas tiang gawang Napoli.

Namun Spalletti sepertinya sangat menyadari bahwa Inter memainkan sepakbola yang sangat berbeda dengan The Partenopei. Dia mengatakan hal itu di Mediaset Premium dan kemudian melanjutkan kritik yang sama di Sky Sport Italia.

“Saya telah bekerja dengan tim ini setiap hari dan saya pikir ada kesenjangan kualitas. Napoli memiliki kualitas, sementara kami tidak punya banyak [kualitas].”

Advertisement

“Kami solid, kami hanya memberi sedikit peluang pada lawang dan tentu saja selalu tampil sebagai tim, tapi ketika kami berbicara tentang kualitas, saya katakan bahwa perbedaan antara kami dan Napoli [sangat] terlihat.”

“Saya ulangi, saya pikir saya tidak bisa memperbaiki hal itu melalui latihan. Saya sudah berusaha melakukannya sepanjang musim [dan gagal].”

“Kami belum pernah memainkan laga-laga hebat di mana kami mengumpankan bola secara cepat dan berkualitas. Hari ini kami memenangkan bola lima atau enam kali dan seharusnya bisa menyakiti mereka (Napoli), tapi kami tidak melakukannya.”

“Jika kami puas dengan performa ini, maka itu berarti kami sudah melakukan semua yang kami bisa. Saya tidak puas, karena kami telah bermain dengan bagus. Saya lebih suka menang.”

Ini sepertinya sebuah pesan yang dikirim langsung ke direktur Piero Ausilio dan pemilik klub, Suning, terutama memperhitungkan komentar Spalletti yang dikatakannya ke Rai Sport kemarin malam.

“Borja Valero pandai merebut kembali bola. Rafinha bermain bagus di posisinya, tapi kami tidak boleh terlalu banyak menaruh beban di pundaknya.”

“Jangan lupa bahwa pada bulan Januari ada selusin nama yang beredar dan pada akhirnya kami hanya berhasil merekrut dirinya.”