Juventus sudah dua kali menyamakan kedudukan dalam 10 menit terakhir laga melawan Sassuolo. Namun, semua perjuangan itu akhirnya sia-sia setelah Vasilije Adzic menghukum mereka lewat gol pada detik-detik terakhir dan membawa Sassuolo menang 3-2.
Ada ironi besar di balik kekalahan ini. Adzic merupakan pemain yang pernah membela Juventus dan gol penentunya datang tepat setahun setelah ia mencetak gol Serie A pertamanya untuk Bianconeri. Saat itu, ia juga mencetak gol jarak jauh yang menentukan kemenangan dalam Derby d’Italia.
Kini, pemain yang sama justru menjadi sosok yang membuat Juventus pulang dengan tangan kosong.
Juventus Tanpa Delapan Pemain
Luciano Spalletti datang ke pertandingan dengan pilihan pemain yang sangat terbatas. Juventus kehilangan delapan pemain, termasuk Manuel Locatelli dan Jérémie Boga yang baru masuk daftar cedera pekan ini.
Keduanya bergabung dengan Kenan Yildiz, Weston McKennie, Andrea Cambiaso, Khéphren Thuram, Jeff Ekhator, dan Juan Cabal. Guglielmo Vicario dipercaya sebagai penjaga gawang, dengan Pierre Kalulu, Bremer, Jhon Lucumí, dan Zeki Çelik mengisi lini belakang.
Teun Koopmeiners menggantikan Locatelli untuk menemani Douglas Luiz di lini tengah. Francis Conceição, Nico González, dan Kerim Alajbegovic berada di belakang Randal Kolo Muani.
Susunan tersebut menjadi starting XI pertama dalam sejarah klub yang tidak memiliki satu pun pemain Italia di antara pemain outfield.
Sassuolo sendiri ditangani Alberto Aquilani, mantan gelandang sekaligus eks pemain Juventus. Aquilani juga kehilangan beberapa pemain penting, termasuk Cristian Volpato, Fali Candé, Daniel Boloca, Edoardo Pieragnolo, dan Ismael Koné. Kieron Bowie hanya cukup fit untuk berada di bangku cadangan.
Pertandingan berjalan datar pada babak pertama. Juventus sempat hampir membuka skor ketika Nico González menyambut umpan dari sisi kiri, tetapi sepakannya hanya membentur bagian atas mistar.
Setelah itu, tempo pertandingan merosot. Sassuolo beberapa kali mengancam lewat Domenico Berardi dan Sebastian Esposito, tetapi Guglielmo Vicario masih mampu mengamankan situasi. Berardi juga mendapat peluang lewat tembakan voli, namun bola langsung mengarah ke kiper Juventus.
Pertahanan Juventus Mulai Runtuh
Lucumí ditarik keluar saat jeda setelah menerima kartu kuning pada babak pertama. Lloyd Kelly masuk menggantikannya, keputusan yang awalnya masuk akal tetapi kemudian ikut berperan dalam masalah Juventus di lini belakang.
Kerim Alajbegovic langsung memaksa Arijanet Muric bekerja keras tidak lama setelah babak kedua dimulai. Sassuolo juga terus mengandalkan serangan balik, dengan Berardi kembali menguji Vicario lewat tembakan yang harus ditepis.
Masalah Juventus muncul ketika pertandingan memasuki 25 menit terakhir.
Bremer dan Kalulu gagal mengawal Esposito yang berdiri bebas di area luas. Luca Lipani kemudian mengirim bola ke sisi kanan dan Esposito dengan tenang menaklukkan Vicario.
Juventus nyaris membalas seketika melalui Douglas Luiz. Namun Muric masih mampu menepis tembakannya.
Sassuolo kemudian mendapat masalah besar pada menit ke-82. Muric keluar untuk mengantisipasi umpan silang dari kiri, tetapi gagal menjangkau bola. Situasi itu dimanfaatkan Edon Zhegrova yang menemukan ruang tembak di sisi lain lapangan.
Zhegrova menunggu Muric bergerak sebelum melepaskan tembakan rendah ke sudut jauh. Bola masuk dan Juventus akhirnya menyamakan skor. Gol tersebut sekaligus menjadi gol resmi pertama Zhegrova bersama Juventus.
Drama belum selesai.
Satu menit sebelum waktu normal berakhir, Sassuolo kembali unggul. Daryl Bakola melewati tekel Bremer yang buruk, kemudian mengirim umpan mendatar kepada Bowie. Kelly meninggalkan Bowie ketika berusaha menghentikan Bakola sehingga penyerang tersebut berada dalam posisi bebas.
Bowie menyelesaikan peluang dengan tembakan pertama dan membuat Vicario kembali memungut bola dari gawangnya.
Vicario bahkan terlihat sangat kesal kepada lini belakangnya. Ia segera melempar bola ke tengah lapangan agar permainan bisa dilanjutkan secepat mungkin.
Dan Juventus kembali menyamakan skor.
Zhegrova menjadi penyelamat mereka untuk kedua kalinya. Setelah menerima umpan Kalulu, pemain tersebut melakukan kombinasi satu-dua dengan Kolo Muani sebelum melepaskan tembakan rendah yang kembali menembus pertahanan Sassuolo.
Skor berubah menjadi 2-2.
Adzic Beri Pukulan Terakhir
Juventus kemudian mencoba mencari gol kemenangan. Namun justru Sassuolo yang mendapatkan kesempatan terakhir.
Kolo Muani terlalu lama mengambil keputusan ketika hendak menembak. Nemanja Matic berhasil merebut bola dan Sassuolo langsung melancarkan serangan balik.
Armand Laurienté mengirim umpan silang lapangan yang sangat baik kepada Adzic. Juventus hanya menyisakan Douglas Luiz sebagai pemain bertahan, sementara sang gelandang harus menghadapi tiga pemain Sassuolo.
Situasinya hampir mustahil diselamatkan.
Adzic kemudian melepaskan tembakan melengkung yang melewati Vicario dan bersarang di tiang jauh. Sassuolo menang 3-2 dengan gol pada sentuhan terakhir pertandingan.
Yang membuat momen tersebut semakin pahit bagi Juventus adalah sosok pencetak golnya. Adzic tidak melakukan selebrasi. Ia memilih menahan diri ketika rekan-rekannya berlari merayakan gol kemenangan.

