Jelang Benevento Jamu AC Milan, Laga Spesial Filippo Inzaghi

Gilabola.com – Manajer Benevento Inzaghi mengaku sangat antusias jelang laga kandang timnya menjamu AC Milan di Stadion Ciro Vigorito pada Senin (4/1) dini hari WIB, mengatakan bahwa menghadapi mantan timnya akan selalu ‘spesial’ baginya.

Filippo ‘Pippo’ Inzaghi mengambil pekerjaan di Benevento pada musim panas 2019 lalu, langsung berhasil membawa timnya promosi usai menjuarai Serie B pada musim itu dengan keunggulan mencapai 18 poin dari runner up Crotone, memenangkan 86 poin dari 38 laga.

Kini bos berusia 47 tahun itu akan berkesempatan menghadapi mantan timnya AC Milan untuk pertama kali sebagai manajer stregoni, dengan dia sebenarnya mengawali karir manajerialnya dengan membesut skuad muda rossoneri sebelum mengambil pekerjaan di skuad senior antara 2014-2015.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

“Ini terasa seperti pertandingan melawan Lazio, ketika saya melawan saudara saya Simone,” ungkap Filippo Inzaghi dalam konferensi persnya. “Itu adalah pengalaman yang sulit melawan Milan dan secara emosional tak mudah untuk dijelaskan. Semua orang tahu betapa saya mencintai Milan dan saya pikir sentimen itu sama dengan fans Rossoneri. Kami akan menjadi rival selama 90 menit dan setelah itu saya bisa kembali menjadi fans Milan nomor satu.”

“Saya mengatakan kepada para pemain untuk menikmati peluang ini, karena setahun lalu kami berada di Serie B dan sekarang kami menghadapi pemimpin klasemen Serie A. Kami akan bertekad untuk bisa mendapatkan beberapa poin di sini setelah berhasil mencuri poin dari Lazio dan Juventus.”

Benevento sebenarnya akan diuntungkan jelang pertemuan ini karena pasukan Stefano Pioli akan tanpa sejumlah pilar seperti Zlatan Ibrahimovic, Ismael Bennacer, Alexis Saelemaekers, Matteo Gabbia, hingga Theo Hernandez, tapi Filippo Inzaghi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan lengah menghadapi AC Milan yang belum tersentuh kekalahan musim ini.

“Milan tidak terkalahkan sejak Mei, jadi itu berarti mereka memiliki pelatih hebat dan skuad yang mampu bertahan meski kehilangan pemain kuncinya,” lanjut bos berusia 47 tahun itu. “Mereka memiliki kedalaman skuad jadi itu bukan keuntungan bagi kami. Secara teori, kami memiliki peluang yang sangat kecil untuk mendapatkan hasil positif dan itu salah satu pertandingan terberat yang akan kami hadapi musim ini.”

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO