Juventus Dibuat Pusing Hasutan Ibunya Adrien Rabiot

Juventus Dibuat Pusing Hasutan Ibunya Adrien Rabiot

Gilabola.com – Juventus ternyata dibuat kesal bintang bola klub Liga Italia Adrien Rabiot akibat hasutan ibu sang pemain sendiri.

Juventus beberapa jam yang lalu dibuat berang, karena bintang sepak bola Liga Italia Adrien Rabiot belum juga kembali. Penyebab sang pemain mogok kembali kini diketahui akibat saran dari ibu sekaligus agen Rabiot, Veronique.

Veronique menyadari jika anaknya masih tidak bisa menerima pemotongan gaji yang dilakukan klub terhadap dirinya. Pemain yang lain mengalami pemotongan gaji juga, namun Rabiot menjadi pemain yang paling ngotot memperlihatkan keberatannya.

La Stampa melaporkan jika pemain berusia 25 tahun itu menolak permintaan klub untuk segera kembali ke Italia atas saran ibunya. Kasus ini menambah kontroversi ibu dan anak tersebut setelah dulunya pernah membuat Paris Saint-Germain kesal juga.

Juventus belum beri tanggapan lanjutan atas ulah Adrien Rabiot

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Setelah tidak masuk dalam daftar 23 pemain Didier Deschamp untuk Piala Dunia 2018, Rabiot menolak masuk daftar pemain cadangan. Ia lantas membawa masalah itu ke kontrak di Parc des Princes dan tidak masuk latihan pertengahan musim di Doha. Rabiot bahkan asyik main di kelab malam saat timnya dikalahkan Manchester United di laga Liga Champions.

Kini sang pemain kembali berulah dan kubu Turin menjadi sasaran selanjutnya. Pihak klub belum memberikan tanggapan selagi tim meneruskan latihan mereka. Para pemain Si Nyonya Tua tetap menjalani latihan dengan jarak aman secara berkelompok saat Cristiano Ronaldo masih latihan mandiri di rumahnya selama masa karantina.

Skuad La Vecchia Signora ingin segera melanjutkan dan menuntaskan semua laga tersisa demi kejar trofi juara musim ini. Mereka memang masih perkasa di puncak klasemen sementara dengan poin 63 dari total menuntaskan 26 pertandingan. Kubu Lazio membayang-bayangi di tangga 2 dengan bekal 62 poin yang jelas tidak bisa dianggap remeh oleh sang pemuncak.