Juventus Hitung Kesalahan Sarri: Masalah dengan Ronaldo Hingga Bau Rokok

Juventus Hitung Kesalahan Sarri: Masalah dengan Ronaldo Hingga Bau Rokok

Gila Bola – Juventus mendepak pelatih Maurizio Sarri tak lama setelah mereka disingkirkan Lyon di Liga Champions. Namun, klub memang sudah lama ingin mengakhiri kerja sama mereka.

Walau bintang mereka, Cristiano Ronaldo, berhasil mencetak dua gol di leg kedua, namun raksasa Italia tersebut tetap tersingkir setelah agregat kedua tim berakhir, 2-2. Juve kalah gol tandang setelah sebelumnya kalah 0-1 di kandang Lyon.

Setelah mendepak mantan pelatih Chelsea tersebut, Si Nyonya Tua pun langsung menunjuk legenda klub, Andrea Pirlo, untuk gantikan Sarri.

Walau Sarri sebelumnya berhasil membawa Juventus mempertahankan gelar juara Serie A mereka, tapi tampaknya para petinggi klub menginginkan gelar lain selain gelar juara di liga reguler.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Selain itu, ternyata ada beberapa hal yang membuat Sarri kehilangan pekerjaannya di Bianconeri. Berikut daftarnya, seperti yang dilansir SunSport:

Hubungan dengan Ronaldo

Sejak awal ada keluhan bahwa bintang asal Portugal itu tak terlalu terkesan dengan keberadaan Sarri – termasuk taktik yang diterapkannya di Juve.

Lalu, pada November tahun lalu, striker itu sempat diberitakan berteriak dengan kata-kata kasar ke arah pelatih 61 tahun tersebut, tak lama setelah ia diganti dalam pertandingan Juventus kontra AC Milan. Apalagi, itu menjadi kali kedua dalam kurun waktu satu pekan Ronaldo diganti oleh sang pelatih.

Sarri kemudian mengklaim, CR7 tengah alami cedera, meskipun kemudian alasan tersebut dibantah langsung oleh Ronaldo yang menyatakan dia baik-baik saja. Berikutnya, segalanya tampak berbeda dan tak terlalu menyenangkan di lapangan latihan, hingga Sky Sports mengklaim, Ronaldo mulai terganggu.

Bahkan seorang saudara perempuan Ronaldo, Elma, terlibat dalam pertengkaran, di mana ia menumpahkan kekesalannya di media sosial lewat postingannya, ‘jangan main-main dengannya’.

Elma mengecam Sarri karena terlalu mengandalkan Ronaldo di lapangan, dengan mengatakan CR7 ‘tak bisa membuat keajaiban sendiri’. Meski demikian pemain Juventus berusia 35 tahun itu sudah jalani musim yang cukup menggembirakan, dengan mencetak 37 gol di semua kompetisi.

Sarri Si Perokok

Selama karirnya di Chelsea, menjadi pemandangan yang biasa melihat Sarri selalu memegang nikotin di jarinya. Sarri juga telah menikmati rokok selama ia mengelola klub di Italia, meskipun seluruhnya benar-benar berubah setelah ia datang dari Inggris.

Tapi menurut laporan surat kabar Italia, Corriere, asap rokoknya telah menyebabkan masalah dengan beberapa pemain Juve. Misalnya saja, Douglas Costa yang merasa terganggu karena ruang ganti menjadi bau asap rokok.

Barangkali keluhan itulah yang membuat winger Juventus tersebut hanya bermain dalam 23 laga Serie A musim ini. Sementara sang kapten, Giorgio Chiellini, mengaku harus segera mandi usai berbicara dengan Sarri, karena pakaian, wajah dan badannya menjadi bau rokok.

Tak Sesuai dengan Gaya Juve

Sarri digambarkan sebagai pribadi yang ‘tertutup’ oleh Chiellini, dan ini sangat tidak membantu hubungannya dengan suporter Juve.

Sama seperti ketika ia masih di Chelsea, Sarri juga bertekad untuk mengikuti taktik favoritnya, dan tidak siap menerima kritik apapun.¬†Ia kemudian dikenal menerapkan sistem yang disebut ‘Sarri-ball’.

Sarri telah membuat Ronaldo marah saat ia diminta untuk bermain sebagai penyerang tunggal di hari-hari pertama Sarri menjadi pelatih Juventus. Apalagi, hirarki klub juga tidak memandang Sarri sebagai sosok berwibawa, seperti halnya Massimiliano Allegri.

Klub juga kurang terkesan pada apa yang diungkapkan Sarri dalam wawancara maupun konferensi pers.

Putus Asa di Liga Champions

Juve kalah 0-1 dari Lyon di leg pertama babak 16 besar, namun para petinggi klub Turin itu tetap percaya diri dengan progres klub mereka menjelang leg kedua akan digelar. Ronaldo, seperti yang sudah dia lakukan di sepanjang musim, diprediksi bisa mencetak dua gol.

Namun, satu gol Memphis Depay dari titik putih di awal pertandingan membuat Juve harus tersingkir, karena Lyon unggul gol tandang walau kedua tim menutup babak 16 besar mereka dengan agregat imbang, 2-2.

Gelar Serie A memang berhasil dipertahankan Juventus, tapi mereka sebelumnya disingkirkan Lazio dan Napoli di dua ajang perebutan piala. Tak heran jika kekalahan dari Lyon membuat petinggi klub tak bisa memaafkan Sarri.