Gilabola.com – Juventus secara mengejutkan tumbang 0-1 dari Cagliari lewat gol set-piece Luca Mazzitelli, gol cerdasnya hentikan laju Bianconeri.
Juventus harus menelan pil pahit saat bertandang ke Sardinia. Bianconeri secara mengejutkan kalah 0-1 dari Cagliari, dengan gol tunggal Luca Mazzitelli yang lahir dari skema bola mati cerdas pada babak kedua.
Kekalahan ini terasa menyesakkan karena datang di tengah performa Juventus yang sedang gacor. Pasukan Luciano Spalletti sebelumnya menyapu enam kemenangan dari tujuh laga Serie A terakhir, termasuk kemenangan telak 5-0 atas Cremonese.
Juventus Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi, Cagliari Justru Terluka
Juventus tiba dengan modal kepercayaan diri tinggi. Kenan Yildiz sudah pulih dari flu, sementara Francisco Conceicao dan Federico Gatti kembali tersedia di bangku cadangan. Hanya Dusan Vlahovic, Daniele Rugani, dan Arkadiusz Milik yang masih menepi.
Di sisi lain, Cagliari justru sedang goyah. Tim asal Sardinia itu baru mengoleksi satu poin dari tiga laga, baru saja dihajar Genoa 0-3. Yerry Mina kembali memperkuat lini belakang, meski beberapa nama seperti Gabriele Zappa dan Andrea Belotti harus absen karena cedera.
Pertandingan langsung panas sejak awal. Pada menit ke-15, wasit sempat menunjuk titik putih setelah Fabio Miretti terjatuh dalam duel dengan Luca Mazzitelli.
Namun drama VAR mengubah segalanya. Tayangan ulang menunjukkan kaki Mazzitelli sudah berada di depan, dan justru Miretti yang melakukan kontak. Keputusan pun dianulir, membuat Juventus harus gigit jari.
Tak hanya itu, Kenan Yildiz juga sempat mendapat kartu kuning setelah dianggap melakukan simulasi saat jatuh di dekat Ze Pedro. Momen ini seolah menjadi sinyal bahwa malam itu tak akan berjalan mulus bagi Si Nyonya Tua.
Juventus Terus Menekan, Kiper Cagliari Jadi Tembok Kokoh
Juventus tetap mendominasi. Miretti mencoba peruntungan dengan lob dari tengah lapangan, lalu memaksa Elia Caprile melakukan penyelamatan dari peluang yang berawal dari umpan Jonathan David.
Di babak kedua, tekanan semakin menjadi. Andrea Cambiaso melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang kembali ditepis Caprile dengan aksi terbang. Kenan Yildiz bahkan melewati tiga tekel sebelum melepaskan tembakan yang tipis melayang di atas mistar.
Caprile benar-benar tampil kena mode dewa. Setengah voli Miretti kembali dimentahkannya, meski bola sudah keluar lapangan lebih dulu.
Gol Set-Piece Mazzitelli Bungkam Juventus
Saat Juventus sibuk menekan, Cagliari justru mencetak gol melawan alur permainan. Sebuah skema bola mati dieksekusi dengan sangat rapi.
Gianluca Gaetano mengambil tendangan bebas rendah, menemukan Luca Mazzitelli yang lolos dari penjagaan Pierre Kalulu. Tanpa ragu, Mazzitelli menyambar bola dengan voli keras dari jarak sekitar 15 meter ke sudut bawah gawang.
Stadion meledak. Juventus terdiam. Cagliari unggul 1-0.
Juventus mencoba bangkit. Kalulu melepaskan cross-shot keras yang kembali memaksa Caprile bekerja ekstra. Kenan Yildiz pun terus mencoba dengan aksi individu.
Momen paling nyaris hadir saat tembakan Yildiz terdefleksi oleh Yerry Mina. Bola sudah melewati Caprile, tapi membentur keras tiang gawang dan keluar. Dewi fortuna jelas tidak memihak Juventus malam itu.
Hingga peluit panjang berbunyi, Juventus terus menekan, tetapi kesulitan menciptakan peluang benar-benar bersih. Skor 1-0 bertahan untuk Cagliari.
Opini Gilabola: Dominasi Tanpa Solusi Jadi Alarm Serius Juventus
Kekalahan ini sebagai alarm yang tak boleh diabaikan. Juventus memang menguasai pertandingan, tetapi dominasi tanpa ketajaman hanyalah statistik kosong.
Ketika lawan bertahan rapat dan menunggu momen, Juventus terlihat kehabisan ide di sepertiga akhir. Tidak adanya striker murni di lini depan mulai terasa dampaknya, terutama saat situasi membutuhkan penyelesaian klinis.
Jika pola ini terus berlanjut, pertanyaan besarnya adalah: mampukah Juventus tetap konsisten di papan atas Serie A ketika lawan mulai membaca permainan mereka? Spalletti punya pekerjaan rumah besar sebelum masalah ini benar-benar menjadi kebiasaan yang merugikan.

