Juventus Menjauh 6 Poin di Atas Inter, Menang 3-0 Atas Fiorentina

Juventus Menjauh 6 Poin di Atas Inter, Menang 3-0 Atas Fiorentina

Pertandingan Juventus vs Fiorentina pada Minggu (2/2) malam usai 3-0 dengan La Vecchia Signora kini menjauh 6 poin di atas Inter pada puncak klasemen Liga Italia, setidaknya sampai Senin dinihari.

Dua gol Cristiano Ronaldo dari titik penalti serta satu gol sundulan kepala Matthijs de Ligt membawa kemenangan Bianconeri 3-0 atas La Viola dan hasil ini membawa Juventus menjauh 6 poin di atas Inter pada puncak klasemen Liga Italia. The Old Lady kini 54 poin, Nerazzurri 48, dengan skuad Antonio Conte itu akan tandang ke Udinese pada Senin (3/2) dinihari.

Pertandingan berlangsung seru meski dominasi bola berada di tangan Juventus sampai 75 persen, setidaknya sampai pertengahan babak kedua. Tapi meski kalah dalam hal penguasaan bola, tim tamu mencoba membalas dengan serangan balik kilat, mencatatkan tiga tembakan on target selain lima serangan off target. Bandingkanlah itu dengan Nyonya Tua yang memiliki tujuh serangan tepat sasaran dan satu meleset dari target.

Permusuhan Juventus vs Fiorentina Mulai Tahun 1982

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
K9Win
K9Win

Permusuhan antara Juventus vs Fiorentina bisa dilacak mundur sampai ke tahun 1982 saat keduanya terlibat dalam persaingan memperebutkan Scudetto sampai ke hari terakhir musim. Sama-sama memiliki poin 44 di puncak klasemen Serie A, kedua tim terlibat laga liga masing-masing pada hari terakhir dengan La Viola gagal menang, hanya 0-0 di kandang Cagliari. Sementara itu La Vecchia Signora menang melalui satu tendangan penalti di kandang US Catanzaro. Hasilnya, Juventus 46 poin dengan pada masa itu kemenangan dihargai dua poin dan Fiorentina berada di urutan kedua klasemen dengan 45 poin.

Jadi rivalitas antara Juventus vs Fiorentina lebih karena pengalaman pahit seperti ini, bukan karena persaingan akibat kedekatan jarak keduanya. Ada ungkapan terkenal saat itu di kalangan pendukung Viola, “Meglio secondi che ladri!” atau “Lebih baik jadi nomor dua daripada jadi kriminal” merujuk pada tuduhan bahwa Juventus, bahkan seawal tahun 1982, sudah menggunakan segala cara untuk menjadi juara Liga Italia.

Meski pasukan Giuseppe Iachini tertinggal satu gol di akhir babak pertama hari Minggu (2/2) malam tapi penampilan tim sangat percaya diri. Menit 23 misalnya, kiper Wojciech Szczesny harus berjibaku untuk menepis bola silang lambung dari Federico Chiesa yang sampai ke depan gawang. Sesaat kemudian dari sepak pojok yang dihasilkannya, stopper itu berhasil menahan serangan keras dari Pol Lirola.

Gol Juventus oleh Ronaldo

Gol Juventus pada babak pertama ini dihasilkan dari tendangan penalti Cristiano Ronaldo setelah sesaat sebelumnya satu tembakan dari Miralem Pjanic menghantam lengan German Pezzella. Layar VAR dipelototi wasit selama semenit lebih sebelum ia yakin itu sebuah penalti, yang diambil oleh CR7 dengan tembakan keras ke pojok kanan bawah gawang lawan. Itu merupakan gol ke-18 Ronaldo musim ini di ajang Liga Italia.

Rivalitas kedua tim juga dirusak oleh transfer pemain jagoan tim ungu, Roberto Baggio, pada tahun 1990 ke rival terbesarnya saat itu, Juventus. Sang pemain Italia itu – yang hari ini sudah berusia 52 tahun – mengatakan bahwa ia dipaksa menerima keputusan pemilik Fiorentina yang akan menjualnya ke musuh besarnya tersebut.

Saat Juventus bertarung lawan Fiorentina pada 7 April 1991, Roberto Baggio menolak menjadi eksekutor penalti, dengan alasan kiper La Viola, Gianmatteo Mareggini, sudah tahu ke mana ia akan menembak. Sang eksekutor kedua Luigi De Agostini gagal. Saat Baggio ditarik keluar, ia mengambil satu syal Fiorentina yang terjatuh ke dalam lapangan dan mengalungkannya di lehernya, memicu kemarahan sesama pemain Juventus dan para pendukung. Membela tindakannya, Baggio mengatakan, “Saya tetap ungu (warna Fiorentina) di dalam hati saya.”

Babak Kedua Diwarnai Cedera Cuadrado dan Rabiot

Awal babak kedua diwarnai dengan cederanya Juan Cuadrado dan Adrien Rabiot, berurutan sekitar menit 52 dan 57. Yang disebut pertama limbung dan berjalan pincang usai satu tantangan keras dari Rachid Ghezzal, yang kemudian memperoleh kartu kuning wasit. Sementara itu mantan pemain PSG itu pusing kepala setelah adu kambing dalam sebuah situasi sepak pojok.

Sebenarnya Juventus bisa menggandakan keunggulan pada menit 64 setelah menerima satu umpan mendatar silang tapi sayang serangan Gonzalo Higuain berhasil diselamatkan oleh kiper Dragowski dengan satu gerakan refleks. Skor tetap 1-0.

Dan akhirnya saat semua orang mengira bahwa Juventus hanya akan menang dengan satu gol tunggal, Ronaldo mencetak gol kedua, lagi-lagi dari titik penalti pada menit 80. Hal ini diawali dari dijatuhkannya Bentacur di dalam kotak penalti sekitar menit 77, dengan wasit lagi-lagi butuh memelototi layar VAR selama sekitar dua menit. Ronaldo maju, sedikit mengangkang dan gol!

Skor masih berubah pada masa injury time dengan Matthjis de Ligt melompat untuk menyundul satu sepak pojok Paulo Dybala menjadi gol ketiga Juventus. Skor 3-0 bertahan sampai akhir dan kini Bianconeri menjauh enam poin di atas Inter.