Juventus Pastikan Tegar Tanpa Ditemani Sarri

Juventus Pastikan Tegar Tanpa Ditemani Sarri

Gilabola.com – Juventus pastikan tetap tegar tanpa ditemani Maurizio Sarri. Klub Liga Italia itu akan dua laga tanpa kehadiran sang manajer.

Juventus memulai musim Serie A mereka lawan Parma pada hari Sabtu untuk mendorong rekor Scudetto ke sembilan, tetapi dengan gaya Sepakbola yang berbeda di bawah pelatih baru Maurizio Sarri. Meski begitu, sang pelatih akan merindukan dua laga mereka setelah menderita pneumonia.

Setelah Parma, Napoli dan Inter Milan sedang menunggu untuk memanfaatkan ketiadaan manajer Juve dalam laga mereka. Kekacauan di Turin berpeluang terjadi selama Sarri absen. Napoli yang dilatih Carlo Ancelotti belum pernah memenangkan titel sejak 1990 dan akan melawan Fiorentina saat Inter Milan polesan Antonio Conte akan melawan tim ringan Lecce.

Seperti Sarri, Conte terakhir menjadi pelatih di Chelsea, dan bersama dengan tiga kali pemenang Liga Champions Ancelotti, Serie A memiliki pembinaan kelas dunia musim ini. Bersama Sarri juga, mereka meningkatkan kualitas klub-klub Italia dan berpotensi semakin menambah daya pikat Serie A musim ini.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Juve memulai musim tanpa Sarri yang dilaporkan Yahoo akan melewatkan pertandingan Parma dan mantan klubnya Napoli di Turin pada 31 Agustus karena masalah kesehatan. Pria berusia 60 tahun itu masih mengawasi sesi pelatihan untuk memastikan semua arahannya mantap diserap semua pemain Nyonya Tua.

Setelah mendapatkan Cristiano Ronaldo musim lalu, Juve kembali diperkuat dengan gelandang, Aaron Ramsey dan Adrien Rabiot dan bek Belanda, Matthijs de Ligt. Rabiot menyadari jika sang manajer tidak bisa menemani perjuangan mereka saat ini, namun tetap percaya diri menyambut laga selanjutnya.

“Yang jelas Sarri telah mempersiapkan kami dengan baik kok dan beliau juga sudah memberikan kita filosofinya,” ujar mantan gelandang Paris Saint-Germain Rabiot. “Saya terus berusaha untuk menciptakan koordinasi yang sangat baik dengan Cristiano Ronaldo, karena ia juga bermain di sebelah kiri.”

Juventus tetap difavoritkan menang

“Pelatihan dengan dia memungkinkan saya untuk meningkatkan kemampuan saya dan kehadirannya sangat baik untuk tim secara keseluruhan.”

Meski akan tanpa Sarri, namun Juve tetap dinilai sebagai favorit. Hal itu disampaikan oleh pelatih Italia, Roberto Mancini. “Juve adalah yang terkuat,” ujar Mancini yang memenangi tiga gelar Serie A dengan Inter.

“Jangan lupa bahwa mereka telah menang selama delapan tahun dan mereka telah kembali memperkuat timnya. Saya melihat Napoli berbahaya, mereka memiliki pemain yang sama yang telah bermain bersama selama bertahun-tahun sementara Inter telah membuat empat sampai lima perubahan dan kehilangan pemain penting seperti Icardi dan Perisic.

“Untuk klub terbaik saat ini saya akan menyusun tingkatan secara berturut-turut dari Juve, Napoli dan Inter,” pungkasnya. Meski memuji Juve, namun performa mereka akan diuji saat tidak diarahkan oleh Sarri dari pinggir lapangan nantinya.