
Gilabola.com – Juventus menegaskan ambisi Scudetto mereka setelah menghancurkan Cremonese dengan skor telak 5-0, hasil yang membawa Bianconeri menyamai perolehan poin AS Roma dan Napoli di papan atas Serie A.
Kemenangan besar ini datang hanya beberapa hari setelah Juventus juga menang 3-0 atas Sassuolo. Konsistensi performa mulai terlihat, terutama dari lini tengah dan lini depan yang tampil efektif sejak menit awal.
Awal Agresif dan Gol Tak Terduga Juventus
Juventus langsung menekan sejak kickoff. Jonathan David hampir membuka skor pada menit keenam setelah memotong back-pass buruk Dennis Johnsen. Namun, Emil Audero berhasil memaksanya melebar dan sepakan David hanya membentur tiang dekat.
Peluang balasan Cremonese datang melalui Alessio Zerbin yang membaca umpan lemah Andrea Cambiaso, tetapi Michele Di Gregorio sigap keluar untuk menutup ruang.
Weston McKennie sempat menguji Audero dengan sepakan mendatar, sebelum gol pembuka hadir dalam situasi tak biasa. Tendangan bebas yang dibuang ke tepi kotak penalti disambut volley keras Fabio Miretti. Bola tampak melenceng, namun justru membentur kepala Bremer dan mengecoh Audero. Gol itu bahkan membuat Bremer sendiri tertawa karena nyaris tak menyadari sentuhan tersebut.
David dan Yildiz Warnai Kontroversi
Cremonese mencoba bangkit dan menyerang demi gol penyama. Namun, mereka justru kecolongan lewat serangan balik cepat Khephren Thuram dari wilayah sendiri. Bola dialirkan ke sisi kiri untuk Jonathan David, yang dengan tenang menaklukkan Audero setelah satu sentuhan.
Drama kemudian terjadi di kotak penalti Juventus ketika Manuel Locatelli menjatuhkan Johnsen. Wasit sempat menunjuk titik putih, tetapi VAR menunjukkan Locatelli lebih dulu menyentuh bola. Keputusan ini membuat pelatih Cremonese, Davide Nicola, diusir keluar lapangan karena protes keras.
Tak lama berselang, Juventus justru mendapatkan penalti setelah tembakan Thuram yang mengenai kaki Federico Baschirotto dan berbelok ke lengan yang terangkat. Kenan Yildiz maju sebagai eksekutor, tetapi penalti tersebut membentur tiang. Namun karena bola sempat mengenai tangan Audero, Yildiz diizinkan menyambar bola pantul dan mencetak gol.
Babak Kedua: McKennie Menyempurnakan Pesta
Juventus tak mengendurkan tekanan selepas jeda. Fabio Miretti kembali berperan penting lewat umpan terobosannya yang membelah pertahanan Cremonese. Weston McKennie lolos sendirian, melewati Audero, dan menceploskan bola dari sudut sempit. Upaya Filippo Terracciano menyapu bola di garis gawang gagal, sehingga gol tersebut dicatat sebagai bunuh diri.
McKennie kemudian memastikan namanya tercatat sebagai pencetak gol sah. Dari umpan silang Pierre Kalulu, gelandang asal Amerika Serikat itu menanduk bola ke sudut bawah gawang dari jarak sekitar 11 meter. Gol kelima ini memastikan Juventus mencetak lima gol dalam satu laga Serie A untuk pertama kalinya sejak Februari 2018, saat menaklukkan Sassuolo 7-0.
Cremonese tetap berjuang hingga akhir. Alberto Grassi memaksa Di Gregorio melakukan penyelamatan satu tangan yang luar biasa, sebelum mencetak gol dari sepak pojok yang dianulir akibat handball Bianchetti. Juventus sendiri sempat memiliki gol tambahan lewat David, tetapi dianulir karena offside.
Juventus dan Ambisi Scudetto
Kemenangan ini semakin mempertegas posisi Juventus dalam perburuan gelar Serie A. Dengan performa solid di dua laga beruntun, kepercayaan diri skuad Bianconeri terlihat terus meningkat.
Kemenangan telak atas Cremonese bukan hanya soal skor besar, tetapi juga soal pesan. Juventus menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar penantang, melainkan tim yang siap menekan rival hingga akhir musim. Jika konsistensi ini terjaga, mimpi Scudetto di Turin jelas bukan sekadar angan.
Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!