Gilabola.com – Cristiano Giuntoli sedang berusaha membangun warisannya di Juventus, tetapi perjalanan menuju sukses di klub sebesar ini tidaklah mudah.
Sebagai direktur olahraga, ia diberikan kepercayaan besar untuk mengambil keputusan krusial, namun ia juga menyadari bahwa ruang untuk melakukan kesalahan sangat kecil.
Sebagai klub dengan standar tinggi, Juventus menuntut keunggulan di setiap aspek. Kesalahan besar bisa berdampak fatal, mulai dari kehilangan kepercayaan dewan hingga terancam kehilangan posisinya.
Meski Giuntoli didatangkan untuk mengarahkan proyek pembangunan kembali klub, bukan berarti ia bebas dari kritik. Setiap keputusannya terus diawasi dengan ketat, dan ekspektasi terhadapnya tetap tinggi.
Sejak tiba di Allianz Stadium, Giuntoli telah membuat sejumlah keputusan penting, banyak di antaranya mendapat respons positif. Klub masih yakin bahwa ia memiliki kapasitas untuk membawa Juventus ke era baru yang sukses, tetapi pekerjaannya masih jauh dari kata selesai.
Namun, tidak semua pilihannya membuahkan hasil baik. Pakar sepak bola Italia, Stefano Impallomeni, menilai bahwa Giuntoli telah melakukan satu kesalahan besar selama di Turin, yaitu memilih Thiago Motta sebagai pelatih Juventus.
Thiago Motta, Kesalahan Besar Giuntoli?
Berbicara kepada TuttoJuve, Impallomeni mengungkapkan keraguannya terhadap pemilihan Motta sebagai pelatih:
“Kesalahan terbesarnya adalah memilih Motta. Saya sempat memiliki firasat dan tetap membela kinerja seorang pelatih yang mampu. Namun, karena karakter serta keyakinan yang relatif hingga mutlak, memilih Motta adalah keputusan yang salah. Tidak bisa disangkal bahwa dia adalah pelatih yang baik.”
Motta datang ke Juventus dengan reputasi menjanjikan setelah sukses menangani Bologna. Namun, kepemimpinannya di Bianconeri ternyata menjadi taruhan yang gagal. Tim kesulitan tampil konsisten, dan akibatnya, Juventus terperosok dalam situasi sulit di Serie A.
Giuntoli Masih Punya Kesempatan Menebus Kesalahan
Meski kesalahan ini menjadi pukulan bagi proyek Giuntoli, ia masih memiliki peluang untuk menebus kekeliruannya. Kemampuannya untuk belajar dari pengalaman ini dan membuat keputusan yang lebih baik di masa depan akan menjadi kunci suksesnya dalam jangka panjang di Juventus.
Kini, Giuntoli harus fokus membangun skuad dan staf pelatih yang sesuai dengan ambisi klub. Keputusan-keputusan yang akan diambilnya dalam beberapa bulan ke depan akan sangat menentukan apakah Juventus bisa kembali ke jalur kejayaan atau justru semakin terpuruk.