Juventus Spesialis Gratisan, Bentar Lagi Dapatkan Pemain ke-9, Gratis Lagi!

Juventus Spesialis Gratisan, Bentar Lagi Dapatkan Pemain ke-9, Gratis Lagi!

Juventus dikenal tim spesialis pemain gratisan, memperoleh pemain hebat di akhir masa kontraknya atau free transfer. Sebentar lagi mereka memperoleh pemain ke-9 secara gratis. Siapa?

Juventus adalah klub terkaya ke-9 di dunia dan klub terkaya di Italia, namun untuk urusan transfer, mereka pelit. Atau lebih tepatnya: cerdik. Tidak termakan oleh strategi belanja besar-besaran seperti yang diikuti banyak raksasa Eropa lainnya.

Bianconeri memiliki salah satu strategi transfer terbaik yang ada di dunia ini. Sistem pemandu bakat mereka secara teratur berhasil mengenali pemain berbakat, membeli pemain berpotensi besar dengan harga murah dan menjualnya kembali secara mahal di kemudian hari.

Contoh terbaiknya adalah saat mereka merekrut Arturo Vidal dari Bayer Leverkusen dengan harga Rp 170,2 Milyar pada tahun 2011 dan empat tahun kemudian menjualnya ke Bayern Munchen dengan harga Rp 599,8 Milyar, plus bonus ini-itu hingga Rp 48,6 Milyar.

Juventus Dapatkan Pemain Gratisan ke-9

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

Sebentar lagi rakasa Liga Italia ini akan mendapatkan pemain gratisan ke-9 dalam diri Aaron Ramsey dari Arsenal. Winger asal Wales itu kekurangan waktu bermain dan sudah menolak tawaran perpanjangan kontrak di Emirates.

Ini tidak berarti, Juventus enggan menghabiskan banyak uang saat diperlukan. Mereka sudah pernah membuktikan jika saatnya tiba, tak ragu-ragu merobek dompetnya. Misalnya, mereka menandatangani Gonzalo Higuain dengan nilai Rp 1,45 Trilyun pada tahun 2016.

8 Pemain Hebat yang Ditransfer Gratis Oleh Juventus

Namun, Juve menyeimbangkan nerasa keuangan mereka dengan menandatangani beberapa pemain top dengan status bebas transfer dan mereka telah melakukannya pada banyak kesempatan selama beberapa tahun terakhir. Di bawah ini adalah delapan transfer gratis paling terkenal yang dilakukan oleh Juventus dalam 10 tahun terakhir.

  • Emre Can dari Liverpool adalah pemain terakhir yang diperoleh Juventus secara gratis musim panas kemarin. Tentu ada usaha dari The Reds untuk mempertahankannya tapi tidak ada kecocokan soal gaji. Juga ada ketidakcocokan dengan Jurgen Klopp soal posisi idealnya. Can meminta jadi gelandang bertahan tapi Klopp selalu memasangnya sebagai No 8, penyuplai bola ke depan.
  • Fernando Llorente adalah juara dunia dan juara Euro bersama Spanyol, meski hanya bermain satu kali pada kedua turnamen itu. Ia didatangkan dari Athletic Bilbao secara gratis, bermain dua musim bersama Bianconeri, mencetak 27 gol selagi berfungsi sebagai cadangan untuk Carlos Tevez dan Alvaro Morata. Ia kini berada di Tottenham Hotspur setelah menyinggahi Sevilla dan Swansea City.
  • Kingsley Coman adalah pemain berusia 22 tahun yang diperoleh Juventus secara gratis dari PSG. Jangan remehkan pemain ini karena ia sudah memperoleh tiga trofi juara, di PSG, di Juventus di mana ia bermain sebanyak 20 kali, dan di Bayern Munchen saat ia dipinjamkan selama dua musim sebelum dipermanenkan raksasa Bavaria itu dengan nilai Rp 340 Milyar. Datang gratis, dijual Ro 340 Milyar. Belajar bisnis sama Juventus!
  • Sami Khedira. Ini juga pemain beruntung. Usai memenangkan trofi Bundesliga bareng Stuttgart tahun 2007, dia pindah ke Real Madrid dan selama lima tahun di sana ia memenangkan semua yang dia bisa menangkan, dan bergabung ke Bianconeri secara gratis pada tahun 2015. Sami Khedira belum dijual saat ini tapi setidaknya ia datang secara gratis setelah mencetak 9 gol untuk Real Madrid dalam 161 laga. Sebagai perbandingan ia sudah mengukir 19 gol dalam 109 games untuk Juventus.
  • Fabio Cannavaro bukan nama yang ingin diingat-ingat oleh fans Juventus karena kepergiannya ke Real Madrid pada tahun 2006 melukai hati banyak fans Bianconeri. Ia pulang ke Turin tahun 2009 secara gratis tapi karirnya terganggu oleh cedera ini-itu. Tak jelas berapa keuntungan yang diperoleh Juventus saat ia dilepas ke Al-Ahli di Uni Emirat Arab.
  • Dani Alves dilepas Barcelona tahun 2016 setelah tim Catalan itu merasa ampasnya sudah habis. Tapi ternyata mereka keliru dan menangis saat melihat mencetak enam gol dari 33 game, meraih dua trofi dan membawa Juventus lolos ke final Liga Champions. Ia pergi secara gratis ke PSG dan menambahkan empat trofi lagi ke lemarinya, menjadikan Dani Alves sebagai pemain dengan perolehan trofi terbanyak sepanjang masa.
  • Figur paling terkenal di sini adalah Paul Pogba. Ia pergi dari Manchester United tahun 2012 karena tak kunjung masuk skuad utama dan kepergian Pogba merupakan salah satu kesalahan besar yang pernah dibuat Sir Alex Ferguson. Pogba bermain sebanyak 178 kali untuk Juventus, mencetak 34 gol dan memberi 30 assist. Saat ia kembali ke Old Trafford, Juve menjualnya sebesar Rp 1,44 Trilyun, jumlah keuntungan terbesar dari satu pemain yang pernah dijual kembali oleh Bianconeri.
  • Pemain gratisan lainnya adalah Andrea Pirlo, yang datang bebas transfer dari AC Milan tahun 2011 setelah Rossoneri menilai performanya menurun dan hanya 25 kali bermain untuk tim San Siro itu. Sama seperti Dani Ales, ampasnya masih belum habis. Ia bermain selama empat musim bagi Juventus dan meraih empat Scudetto. Andrea Pirlo juga dinobatkan sebagai pemain terbaik Serie A pada tahun 2012, 2013, dan 2014.