Juventus Untung Besar Datangkan Arthur Melo, Barcelona Mikir Apa Yah?

Arthur Melo resmi gabung Juventus dari Barcelona

Gilabola.com – Juventus akhirnya resmi mengumumkan transfer Arthur Melo dari Barcelona dengan menukar Miralem Pjanic yang pergi ke Camp Nou.

Banyak yang menyebutkan bahwa Juventus yang lebih diuntungkan dalam kesepakatan pertukaran pemain ini meski mereka harus membayar ekstra  €10 juta (161 miliar rupiah) dalam kesepakatan ini.

Salah satu alasannya adalah karena faktor usia, Arthur Melo baru berusia 23 tahun sehingga merupakan investasi jangka panjang, sedangkan Miralem Pjanic sudah memasuki usia 30 tahun.

Namun selain usia, apa yang membuat Juventus menerima pertukaran pemain tersebut dengan mengorbankan gelandang utama mereka untuk gelandang Brasil Barca? Berikut tiga alasan lainnya.

Advertisement
Pulsa Gratis
Pulsa Gratis
RatuCasino77
RatuCasino77

Pertama, strategi bisnis. Pandemi coronavirus telah membuat banyak klub kesulitan secara finansial, sementara Juventus bahkan sejak sebelum pandemi juga merupakan klub irit dan lebih sering mengupayakan transfer murah atau bahkan kalau bisa gratis!

Maka salah satu kesepakatan yang bisa mereka lakukan sekarang adalah kesepakatan pertukaran pemain. Mendapatkan Arthur di usia yang masih muda dengan hanya mengeluarkan 161 miliar rupiah plus satu pemain mereka adalah langkah cerdas di saat harga pemain di pasar saat ini sudah luar biasa gila mahalnya.

Kedua, opsi murah berkualitas. Juventus sangat ingin menyegarkan lini tengah mereka saat banyak kritikan dialamatkan pada barisan gelandang mereka yang disebut kurang kreatif.

Sayang target mereka semua dibandrol mahal, sebut saja Paul Pogba yang masih dihargai 1,46 triliun rupiah meski kontraknya tersisa satu tahun, Sergej Milinkovic-Savic malah punya bandrol 1,6 triliun rupiah, sedangkan opsi termurah Houssem Auoar masih dihargai 774 miliar rupiah. Jadi mndapatkan Arthur Melo dengan hanya 161 miliar rupiah plus kehilangan pemain tua adalah kesempatan yang harus diambil.

Ketiga, menyegarkan kualitas lini tengah. Lini tengah adalah sentral permainan tim, maka Juventus mulai mengubah permainan mereka lebih offensif, mereka perlu mereformasi barisan gelandang mereka.

Emre Can sudah dilepas, Miralem Pjanic kini pergi. Kedatangan Arthur yang punya kualitas dribel lebih baik dari gelandang Bosnia-Herzegovina tentu saja diharapkan bisa membantu memecah pertahanan lawan, selain pengalaman bermain dengan taktik Barcelona diharapkan bisa dibawa juga ke dalam permainan raksasa Turin.

Nah meski begitu, bukan berarti bahwa Juventus benar-benar untung 100 persen dalam kesepakatan ini, karena sebenarnya mereka juga kehilangan beberapa kualitas dari kepergian Miralem Pjanic.

Selain Paulo Dybala, eks gelandang Roma itu adalah eksekutor free kick yang bisa diandalkan sang juara Italia, di saat Cristiano Ronaldo sudah sama sekali tak bisa diandalkan. Sedangkan Arthur belum terbukti punya kualitas itu.

Menurut kartu FIFA 2020, Pjanic juga punya kualitas lebih baik dan tentu saja lebih matang dari Arthur. Gelandang 30 tahun lebih unggul dalam hal passing baik soal visi, crossing, free kick, short passing ataupun long passing.

Satu lagi, setelah era Andrea Pirlo, hanya Miralem Pjanic yang bisa memainkan peran deep-lying playmaker alias gelandang yang bisa bermain jauh ke belakang. Dengan kepergian gelandang Bosnia-Herzegovina, Juventus kini tak punya suksesor l’architetto kecuali jika Maurizio Sarri berhasil mendatangkan Jorginho, atau Bianconeri mengubah taktik bermain mereka dengan gelandang lebih ofensif dan berhasil mendatangkan gelandang serang lain, Paul Pogba misalnya.