Kasus Perkosaan Ronaldo: Pengacara Benarkan Ada Perintah Pengambilan DNA

Kasus Perkosaan Ronaldo: Pengacara Benarkan Ada Perintah Pengambilan DNA

Kasus tudingan perkosaan yang dilakukan Cristiano Ronaldo di Amerika memasuki tahap paling penting setelah pengacaranya membenarkan, pihak berwenang di Las Vegas mengeluarkan perintah pengambilan DNA kliennya, Jumat dinihari WIB.

Perintah itu datang dari pihak kepolisian Las Vegas terkait satu tudingan perkosaan yang dilayangkan seorang wanita Amerika Serikat terhadap Ronaldo, yang pada tahun 2009 itu masih menjadi pemain Manchester United. Perintah pengambilan DNA sudah dilayangkan ke Italia, tempat Ronaldo kini merumput di Juventus.

“Tuan Ronaldo selalu menyatakan, seperti yang dia lakukan hari ini, bahwa apa yang terjadi di Las Vegas pada tahun 2009 bersifat konsensual (suka sama suka) sehingga tidak mengherankan bahwa akan ada bukti DNA di sana. Tidak mengejutkan juga bahwa polisi akan membuat permintaan yang sangat standar ini sebagai bagian dari investigasi mereka,” kata pengacara Ronaldo, Peter S Christiansen, mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada BBC.

Surat kabar Amerika The Wall Street Journal melaporkan bahwa surat perintah itu telah dikirim ke pengadilan di Italia, negeri tempat Ronaldo merumput untuk Juventus.

Advertisement
advertisement
advertisement
Dewa303
Dewa303

Ronaldo menjadi subjek investigasi kriminal oleh polisi Las Vegas dan juga sebuah gugatan perdana terpisah setelah sebuah tuduhan dilayangkan oleh seorang wanita bernama Kathryn Mayorga, yang menceritakan kisahnya tahun lalu.

Dia mengklaim bintang Portugal itu awalnya menggunakan “preman” untuk memaksanya menghentikan tuntutan kriminal, termasuk membayarnya sekitar Rp 5 Milyar agar menutup mulut. Di masa lalu, pengacara Ronaldo tidak membantah kliennya pernah mencapai kesepakatan serupa dengan Mayorga, yang mengatakan dia maju dengan kisahnya setelah gerakan #MeToo, sebuah gerakan mengungkap berbagai pelecehan seksual oleh orang-orang terkenal di Amerika dan seluruh dunia. “Perjanjian ini sama sekali bukan pengakuan bersalah,” kata pengacara Ronaldo, Christiansen, dalam sebuah pernyataan pada Oktober 2018.

Pengacara Mayorga, Leslie Mark Stovall dan Larissa Drohobyczer, mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka sebelumnya tidak mengetahui tentang surat perintah pengambilan DNA itu.

Ronaldo membantah tuduhan Mayorga. “Saya dengan tegas menyangkal tuduhan yang dikeluarkan terhadap saya,” katanya pada Oktober 2018. “Perkosaan adalah kejahatan kejam yang bertentangan dengan prinsip-prinsip yang saya yakini.”

“Karena saya ingin membersihkan nama saya, saya menolak untuk terjebak dalam sirkus media yang dibuat oleh orang-orang yang ingin mempromosikan diri mereka sendiri dengan mengorbankan diri saya. Saya untuk menunggu dengan tenang setiap detail dari semua penyelidikan.”