Kelas Liga Italia Langsung Jatuh Usai Insiden yang Melukai Lukaku Ini

Kelas Liga Italia Langsung Jatuh Usai Insiden yang Melukai Lukaku Ini

Kelas Liga Italia langsung jatuh ke level terbawah Eropa usai insiden yang melukai Lukaku ini, bahkan dengan Cristiano Ronaldo berada di Juventus.

Para penonton siaran live TV TopCalcio24 dikejutkan oleh pernyataan seorang komentator bola berusia 80 tahun, Luciano Passirani, yang usai memuji betapa kuatnya Romelu Lukaku dan betapa tak ada bandingannya dia di seantero Liga Italia, menyamakan pemain Belgia itu dengan monyet yang harus disuap dengan 10 pisang.

Berbicara di sebuah acara siaran langsung TopCalcio24, Luciano Passirani melontarkan komentar: “Jika Anda berhadapan satu-lawan-satu dengannya, dia pasti akan membunuhmu. Satu-satunya cara untuk melawannya adalah mungkin dengan memberinya 10 pisang, silakan dimakan …”

Direktur program Fabio Ravezzani mengatakan, meskipun ada “permintaan maaf langsung” dari Luciano Passirani, “dia tidak bisa lagi berpartisipasi dalam siaran kami”. Sang komentator berambut putih dan berusia 80 tahun itu langsung dipecat malam itu juga setelah menjatuhkan kelas Liga Italia.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Romelu Lukaku, yang pindah dari Manchester United ke Inter pada jendela transfer musim panas kemarin, membantu timnya meraih kemenangan 1-0 melawan Udinese pada laga Liga Italia hari Sabtu.

“Passirani berusia 80 tahun dan saat memuji Lukaku, ia menggunakan metafora yang ternyata rasis,” tambah Ravezzani. “Saya pikir itu adalah sesat pikir sesaat yang mengerikan. Saya tidak bisa mentolerir kesalahan apa pun, meskipun hanya sesaat.”

Lukaku baru-baru ini sudah menjadi sasaran suara-suara monyet oleh para penggemar Cagliari ketika ia mencetak penalti untuk Inter dalam kemenangan 2-1. Setelah insiden di Cagliari itu, sang pemain internasional Belgia mengatakan permainan Serie A “turun kelas”. Jadi meski ada kehadiran Cristiano Ronaldo misalnya di Juventus, kelas Liga Italia boleh kita taruh di daftar terbawah liga-liga Eropa. Sama sekali tidak mencerminkan keluhuran nilai dan budaya benua biru yang katanya beradab tersebut.