Kisah Sedih Ante Rebic, Pencetak Gol Milan yang Lebih Sering Dibuang

Kisah Sedih Ante Rebic, Pencetak Gol Milan yang Lebih Sering Dibuang

Ini merupakan kisah sedih Ante Rebic, pencetak gol tunggal AC Milan tadi malam melawan Torino di ajang Serie A, yang lebih sering dibuang ke mana-mana daripada menjadi pemain tim utama.

Ante Rebic adalah gelandang serang asal Kroasia berusia 26 tahun, namun jika kita membaca kisah hidupnya maka ia lebih sering menghabiskan waktu sebagai pemain pinjaman di mana-mana, di Jerman dan Italia, daripada sebagai pemain di tim utamanya. Bahkan saat ini pun statusnya adalah pemain pinjaman dari Eintracht Frankfurt, tim asal Bundesliga.

Milan menang 1-0 atas Torino tadi malam berkat gol tunggal Ante Rebic menit 25. Gol didahului oleh perebutan bola di sisi kanan lapangan sebelum si bundar diteruskan ke Samu Castillejo, yang kemudian mengirim umpan tarik ke dalam kotak penalti. Di sana sang pemain Kroasia datang dengan kecepatan tinggi dan melepaskan tendangan yang tak mungkin dihentikan kiper Torino, Salvatore Sirigu.

Ini menjadi gol keenam Ante Rebic bagi Rossoneri di semua kompetisi dan gol kelimanya bagi Milan di ajang Serie A. Gol terakhirnya adalah saat Milan main imbang 1-1 lawan Juventus di ajang semi final Coppa Italia leg pertama, beberapa hari silam.

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Meski pun menjadi pahlawan Milan, namun Ante Rebic memiliki kisah sedih tak kunjung menjadi pemain skuad utama. Lahir di Split Kroasia 26 tahun lalu, ia mentas sebagai pemain senior di RNK Split pada periode 2011 sampai 2013, sebelum pindah ke Fiorentina. Namun meski menghabiskan waktu sangat lama di La Viola, lima tahun lamanya hidupnya dihabiskan di sini, ia hanya sedikit sekali bermain membela Fiorentina. Ia lebih banyak dipinjamkan ke RB Leipzig (2014-2015), Hellas Verona (2016) dan kemudian Eintracht Frankfurt (2016-2018), klub Liga Jerman yang kemudian membelinya secara permanen.

Kisah sedih Ante Rebic sebagai pemain pinjaman terulang pada bulan September tahun 2019 saat ia dibuang ke AC Milan. Di San Siro hidupnya tak kunjung membaik. Rebic nyaris berjamur menghabiskan bulan-bulan pertama sebagai pemain cadangan. Menit bermainnya untuk tim nasional Kroasia jauh lebih banyak daripada sebagai pemain Rossoneri.

Dendamnya sebagai pemain yang dibuang ke mana-mana dibalaskan pada 19 Januari 2020 saat ia mencetak dua gol dalam kemenangan Milan 3-2 atas Udinese. Ia pun dianugerahi gelar pemain terbaik pada laga Liga Italia tersebut. Hingga hari ini ia sudah mencetak enam gol total bagi Rossoneri di semua kompetisi.