Laga Terbaik Juventus Saat Kalah Dari Manchester United

Massimiliano Allegri: Laga Terbaik Juventus Saat Kalah Dari Manchester United

Gilabola.com – Massimiliano Allegri membahas tentang buku barunya, kesal dengan bagian teori sepakbola dan mengapa performa terbaik Juventus adalah saat kekalahan dari Manchester United.

Dia berbicara pada presentasi buku barunya, ‘E Molto Semplice’ – atau kalau diterjemahkan artinya ‘Ini sangat sederhana’ – dan menjelaskan mengapa ini bukan hanya buku untuk para pakar sepakbola.

Advertisement
advertisement
advertisement
Dewa303
Dewa303

“Saya tidak menulis tentang taktik atau teknik dalam buku ini, karena di Italia semua orang tampaknya tahu tentang itu. Beberapa bahkan tahu lebih banyak dari saya,” kata Allegri sambil tersenyum.

“Saya pikir ini adalah buku yang dapat membantu Anda memahami bagaimana menghadapi situasi tertentu, bukan hanya di sepakbola. Misalnya, ini tentang sumber daya manusia, yang mendasar apakah Anda seorang pelatih atau manajer perusahaan.”

“Seringkali saat ini, seorang pelatih harus menjadi psikolog. Dia juga harus mengikuti instingnya. Kadang-kadang, saya ditanya tentang strategi dan itu membuat saya jengkel, karena saya jauh lebih percaya dalam memahami pertandingan yang sedang berlangsung, memahami berbagai momen dan apa yang perlu dilakukan.”

“Sulit untuk dijelaskan, karena pada saat-saat itu, Anda hanya bisa memahami pertandingan atau tidak. Sisanya hanya teori, karena Anda dapat mempersiapkan semua yang Anda suka, tetapi begitu pertandingan dimulai dan hal-hal terjadi, strategi Anda harus berubah dan Anda membuang semua yang Anda kerjakan selama seminggu.”

“Pada titik itu, yang penting adalah apa yang ada di dalam diri Anda, serta keberanian juga.”

Meskipun Juventus disingkirkan oleh Ajax pada babak perempat final Liga Champions, tetapi mereka mendapatkan sesuatu yang penting di turnamen tersebut musim ini.

“Melawan Valencia, Manchester United, dan Atletico Madrid di Liga Champions adalah tiga pertandingan hebat. Dengan Valencia, kami bermain 10 orang, dan saat itulah jati diri Juve yang sebenarnya keluar, konsentrasi, agresi.”

“Kami ingin membuktikan bahwa bahkan setelah Cristiano Ronaldo diusir keluar lapangan, kami masih bisa menang. Kemudian melawan Manchester United, itu mungkin pertandingan terbaik kami, tetapi tidak ada yang mengingatnya karena kami kalah (leg kedua fase grup).”

“Kami menyia-nyiakan keunggulan kami pada akhirnya, dan itu hanya menunjukkan kepada Anda, bahwa dalam sepakbola Anda tidak akan menang jika Anda hanya bermain 85 menit.”

“Itu lebih baik daripada penampilan kami melawan Atletico, karena melawan tim Spanyol kami juga tidak bermain bagus, tetapi kami mengambil semua peluang kami. Dalam pertandingan itu, kami tidak punya beban dan segalanya hanya untuk menang.”

“Itu semua pertandingan yang berbeda, dua di antaranya kami menangi dan yang lainnya tidak, laga yang merupakan performa terbaik kami musim ini, adalah laga kekalahan kami.”

“Saya mengatakan ini karena tidak ada pertandingan yang sama dengan yang terakhir, setiap situasi berbeda, setiap musim berbeda. Ini bukan ilmu pasti, karena siapa yang tahu jika pemain Juve terbaik tahun ini akan menjadi pemain terbaik musim depan?”