Lagi, Menteri Italia Gambarkan Cristiano Ronaldo Sebagai Penjahat

Lagi, Menteri Olahraga Serang Cristiano Ronaldo Karena Langgar Protokol Kesehatan

Gila Bola – Perseteruan antara Cristiano Ronaldo dan otoritas kesehatan Italia belum selesai dengan Menteri Olahraga Vincenzo Spadafora kembali menggambarkan pemain Portugal itu sebagai penjahat dalam situasi “karantina gelembung” yang disepakati oleh klub-klub Liga Italia.

Vincenzo Spadafora mengulangi kembali tudingannya bahwa superstar Juventus Cristiano Ronaldo melanggar protokol kesehatan dan sebuah penyelidikan telah dimulai untuk membuktikannya, seperti dilansir dari football-italia.net.

Klub, pemain, dan sang menteri telah terlibat dalam perselisihan virtual mengenai apakah CR7 seharusnya diizinkan meninggalkan Turin untuk tugas internasional bersama dengan timnas Portugal di ajang UEFA Nations League selama jeda internasional.

Saat itu para pemain dan staf Bianconeri diminta untuk tetap berada berada dalam “gelembung” mereka sendiri usai Italia mengalami peningkatan kasus terinfeksi, baik di kalangan masyarakat maupun para pemain sepak bola.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Cristiano Ronaldo kemudian dinyatakan positif terpapar saat membela timnas Portugal dalam tugas di UEFA Nations League dan bukannya menjalani karantina di negaranya, penyerang 35 tahun itu malah kembali ke Turin di Italia menggunakan jet ambulans.

Masalah kembalinya ke Italia bukanlah masalah utamanya, tetapi keputusan untuk meninggalkan “gelembung perlindungan” di kamp Juventus adalah alasan yang mendatangkan kegeraman dari Menteri Olahraga Italia itu.

“Dalam perjalanan keluarnya dari Italia, Cristiano Ronaldo tidak menghormati protokol kesehatan yang telah disepakati,” kata Vincenzo Spadafora kepada program RAI Che Tempo Che Fa. “Ada investigasi untuk membuktikannya.”

Pemerintah mengeluarkan langkah-langkah lockdown baru pada hari Minggu (25/10), melarang semua kegiatan olahraga amatir, gym, teater, bioskop serta perintah untuk memainkan semua pertandingan sepak bola profesional secara tertutup, tidak lagi mengizinkan 1.000 penonton hadir di stadion.

“Untuk saat ini, kami tidak bermaksud menghentikan sepak bola profesional, tetapi Serie A menetapkan protokol mereka sendiri dan mereka kemudian tidak menghormatinya.”