Leonardo Bonucci Ungkap Apa yang Salah Dengan Cristiano Ronaldo di Juventus

Juventus mendatangkan Cristiano Ronaldo pada musim panas 2018 adalah untuk memenangkan Liga Champions, tapi prestasi mereka malah turun bersama superstar Portugal itu, dan Leonardo Bonucci tahu alasannya.

Leonardo Bonucci mengatakan para pemain Juventus secara tidak sadar mulai berpikir kehadiran Cristiano Ronaldo sudah cukup untuk memenangkan pertandingan sehingga mereka mulai melupakan pengorbanan dan hasrat untuk bermain sebagai sebuah tim.

Sudah sejak 1996 raksasa Turin gagal memenangkan Liga Champions, dan mereka menganggap bahwa kapten Portugal yang telah lima kali memenangi turnamen ini adalah bagian yang kurang dari skuad mereka untuk mengakhiri penantian dalam kejayaan di kompetisi antarklub terelit Eropa itu.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Sayangnya bahwa prestasi Juventus justru menurun bersama Cristiano Ronaldo, tersingkir di babak perempat final dan di 16 besar dua kali beruntun dalam tiga musim, sementara mereka juga kehilangan gelar Serie A pada musim 2020/2021 lalu.

Kini Leonardo Bonucci mengungkapkan apa yang salah dengan timnya dan pemenang lima Ballon d’Or tersebut sehingga gagal mencapai ekspektasi tinggi mereka dalam hal prestasi, mengatakan kepada The Athetic, “Ini masalahnya. Adanya pemikiran bahwa satu pemain, walaupun dia yang terbaik di dunia, bisa menjadi kemenangan Juventus.”

“Kehadiran Cristiano memiliki pengaruh besar bagi kami. Hanya berlatih dengannya memberi kami sesuatu yang ekstra, tetapi secara tidak sadar para pemain mulai berpikir bahwa kehadirannya saja sudah cukup untuk memenangkan pertandingan. Kami mulai gagal dalam pekerjaan kami sehari-hari, kerendahan hati, pengorbanan, keinginan untuk berada di sana untuk rekan setim Anda hari demi hari. Selama beberapa tahun terakhir, saya pikir Anda bisa melihatnya.”

Selama tiga musim waktunya di Juventus, Cristiano Ronaldo mencetak 101 gol dalam 134 pertandingan di semua kompetisi, termasuk 14 gol dari 23 pertandingan di Liga Champions. Dia juga keluar sebagai top skor Serie A musim lalu dengan 28 gol sebelum memutuskan pulang ke Manchester United selama musim panas.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO